Ayu Ting Ting : Hasil Reformasi Pajak Membanggakan

Ellyana Mayasari  | 11 Oktober 2012, 00:00 WIB
Ayu Ting Ting : Hasil Reformasi Pajak Membanggakan
Kapanlagi.com - Tugas mengumpulkan penerimaan Negara yang diamanatkan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak membutuhkan manajemen yang baik karena tugas yang sangat kompleks. Dalam hal ini Ditjen Pajak yang tengah merayakan satu dekade terbentuknya Refomasi Birokrasi yang jatuh pada tanggal 9 September. Dalam hal ini reformasi birokrasi Ditjen Pajak melakukannya dengan terdapatnya puluhan ribu pegawai dan juga tersebarnya kantor-kantor cabang Pajak sampai ke pelosok nusantara.

Pemilik nama Ayu Rosmalina yang akrab dipanggil Ayu Ting Ting ini, ikut angkat bicara mengenai reformasi birokrasi dengan tersebarnya kantor-kantor cabang yang dimiliki oleh Ditjen Pajak saat ini. "Kalau misalnya diperbanyak kantornya begitu pasti secara otomatis berpengaruh, karena mungkin disengajain banyak begitu supaya masyarakat Indonesia itu memang harus selalu rajin bayar pajak. Makanya dibanyakin tempatnya, kalau misalnya hanya satu tempat kan tidak mungkin juga dan pelayanannya pun sudah bagus," ujar Ayu dengan lantang.

Sebagai salah satu instansi pemerintah, Ditjen Pajak yakin dengan sungguh-sungguh dapat menjadi instansi yang memiliki integritas tinggi dan itu terbukti. Menurut survey Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ditjen Pajak memiliki nilai integritas sebesar 7,65 jauh dari instansi lain yang di survey yakni 6,4 dan bahkan jauh dari standar KPK sebesar 6,0. Lantas setujukah Ayu bahwa reformasi birokrasi pajak sudah cukup berhasil?

"Iya karena kan hasilnya terlihat lebih banyak jadi pasti banyak orang yang bayar pajak, kalau kemarin-kemarin kan masih belum banyak orang yang bayar pajak yah dan mereka enggak mikirin pajak. Orang suka punya barang-barang mewah suka diumpetin dan mereka enggak bayar pajak dan mungkin sekarang sudah mulai terbiasa mereka mau bayar pajak," jawab pelantun lagu Alamat Palsu ini.

Korupsi yang ada di Indonesia memang sangat rentan, namun demikian Ditjen Pajak berupaya senantiasa terdepan dalam memerangi korupsi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pegawai pajak yang dikenakan sanksi, mulai dari yang paling ringan hingga diberhentikan dari jabatannya. Termasuk kasus-kasus yang paling berat, diserahkan pada KPK untuk menanganinya. Berdasarkan survey KPK, penilaian inisiatif anti korupsi 2010 pada Ditjen Pajak menunjukkan hasil 9,73 dengan skala 10 untuk kode etik dan 9,82 untuk promosi anti korupsi. Setujukah Ayu Ditjen Pajak telah gigih memerangi korupsi di internal institusinya?

"Iyalah, karena kan korupsi di kita kan paling gede kalau misalnya dengan adanya birokrasi reformasi pajak begini mereka bagus, kemarin banyak yang kena juga kan dari KPK gitu, jadi buat saya setuju aja memang harus begitu supaya tidak ada korupsi lagi di negara kita ini. Kalau bisa agar tahun-tahun ke depan tidak ada lagi korupsi dan memang kalau ada yang korupsi bisa ketahuan lagi kayak begini," ungkapnya beberapa waktu yang lalu.

Terlihat Ditjen Pajak bertekad secara sungguh-sungguh dalam gerakan reformasi birokrasi yang digalakkannya. Sejak tahun 2002, penerapan hukuman disiplin kepada pegawai yang menyalahgunakan wewenang terus diberlakukan dengan tegas. Ditjen Pajak juga membangun system yang bisa mendeteksi secara dini dan cepat berbagai bentuk penyimpangan, yaitu dengan membangun unit pengawasan internal, mengembangkan Whistleblowing System.

Terlihat dengan tertangkapnya dua oknum pegawai pajak yang telah menyalahgunakan, Ayu mempunyai pendapatnya sendiri. "Setuju lah bagus, kalau misalnya ada yang ngadu begitu malah lebih gampang buat menangkap-nangkap yang korupsi. Kadang kan orang suka misalnya melihat temannya korupsi suka tidak berterus-terang. Kalau sekarang bagus dibolehkan begitu mengadu ke KPK, jadi bagus bisa ketahuan jadi bisa bantu tahu siapa aja yang korupsi," ucapnya.
 
Dalam pembenahan internal organisasi, Ditjen Pajak juga telah melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengefektifkan dan memaksimalkan fungsi pengawasan internal.

"Penangkapan oknum pajak yang bermasalah atas kerja sama KPK dan Ditjen Pajak itu bagus, apalagi kalau keduanya mau bekerja sama saling kalau dari perpajakannya mungkin sedikit susah, tetapi kalau KPK kan memang tugasnya menangkap orang-orang yang korupsi, tetapi kalau pajaknya memang ada kesadaran begitu dan ada kerja sama akan lebih membantu lagi," pungkas penyanyi yang sudah merambah sebagai bintang iklan dan presenter ini. (kpl/mae)

Editor:  

Ellyana Mayasari