Bantah Melakukan Pencabulan, Aa Gatot Beri Uang Bulanan ke CT

Arai Amelya | 13 Desember 2016, 16:30 WIB
Bantah Melakukan Pencabulan, Aa Gatot Beri Uang Bulanan ke CT

Kapanlagi.com - Kasus yang menjerat mantan Ketum PARFI, Aa Gatot Brajamusti sepertinya masih kusut saja. Tak hanya diduga menggunakan narkoba dan kepemilikan senjata api ilegal, Gatot terjerat kasus pelecehan seksual mantan murid padepokannya. Pihak pelapor yakni CT sampai memiliki anak dari hubungan itu. Hanya saja, Gatot dan kuasa hukumnya masih ngotot membantah melakukan pencabulan.

"Klien kami memberikan surat kuasa agar tim kami bisa melaporkan pelapor kasus ke Bareskrim. Perkaranya ingin dilimpahkan ke Polda karena banyak yang seolah-olah mereka malah jadi korban dan merasa ditipu. Makanya kami meminta penyidik melakukan equality before the law karena ada yang mengarang cerita dan pura-pura jadi korban," papar Rifai.

Disinggung mengenai penjelasan penyidik jika Gatot telah mengaku melakukan pencabulan, Rifai membantahnya. Menurut Rifai, yang diakui Gatot adalah dia pernah melakukan hubungan seks dengan pacarnya yang disinyalir sudah berusia dewasa sesuai aturan undang-undang. Mengenai hubungan Gatot dengan pelapor pencabulan yakni CT, Rifai lebih menekankan pada apakah ada unsur pemerkosaan daripada adanya ikatan perkawinan.

Yang jelas dari tes DNA, terbukti jika anak CT sangat identik dengan Gatot © Bayu HerdiantoYang jelas dari tes DNA, terbukti jika anak CT sangat identik dengan Gatot © Bayu Herdianto

"Gatot memberikan uang bulanan ke CT dan CT mengaku menerima uang itu untuk renovasi rumah 80 juta rupiah dan tukar mobil sebesar 45 juta rupiah. Tapi kemudian tidak diberikan lagi setelah Gatot bertanya apakah CT mau menikah dengannya atau tidak. Istri Gatot juga diminta datang waktu CT melahirkan. Gatot dan CT dikenalkan lewat seseorang berinisial FN dan si CT sudah lebih dulu kenal dengan teman Gatot yang bernama AS. Setelah berhubungan, diberikan uang tersebut dan itu sudah sejak lama tahun 2009," lanjut Rifai.

Mengenai kepentingan Gatot memberikan jatah bulanan kepada CT, Rifai justru menjadi bungkam. Karena penasehat hukum tidak berkapasitas terhadap BAP dan semata menyimak apa yang disampaikan Gatot. Lalu dengan semakin kusutnya kasus ini, apakah ada kemungkinan jika Gatot akan melaporkan balik CT dan RA?"

"Ada kemungkinan memakai pasal 310,31,318 KUHP jo pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 uu 2011 tentang ITE," tutup Rifai.

(kpl/pur/aia)

Reporter:  

Mathias Purwanto.