Barbie Kumalasari Berantem dengan Artis Inisial DC, Hidung Sampai Patah Dioperasi

Guntur Merdekawan   | Senin, 03 Februari 2020 22:45 WIB
Barbie Kumalasari Berantem dengan Artis Inisial DC, Hidung Sampai Patah Dioperasi

Kapanlagi.com - Di awal 2020, nama Barbie Kumalasari lagi-lagi jadi sorotan. Terbaru, istri dari Galih Ginanjar itu kedapatan menjalani operasi di Bangkok karena tulang hidungnya patah. Yang jadi pertanyaan, apa penyebabnya?

Pada program Jalan Pagi-Pagi, Barbie pun blak-blakan jika dirinya sempat bertengkar dengan seorang artis berinisial DC. Nah akibat pertengkaran itu, hidung Barbie sampai patah. Bahkan pada program tersebut, bintang sinetron Bidadari ini masih mengenakan sebuah masker untuk menutupi bagian mulut dan hidungnya.

"Gue berantemnya di Jakarta, di salah satu club, tempat hiburan. Untungnya pada saat itu tempatnya menengah ke atas, jadi nggak ter-publish. Karena aku yang berantem, nggak mungkin aku yang posting dong," ungkap Barbie kepada Iis Dahlia dan Rangga Moela selaku host.

1 dari 2 halaman

1. Saling Blokir di WhatsApp

Saling Blokir di WhatsApp Barbie Kumalasari © KapanLagi/Akrom Sukarya
Meski tak menyebut nama langsung, namun beberapa orang menduga jika sosok yang dimaksud adalah Dinar Candy. Barbie dan DC bahkan saat ini sudah saling memblokir hubungan satu sama lain karena permasalahan tersebut.

"Sekarang gue lagi cari momen gimana nih orang biar jera. Kita udah blok-blokan WhatsApp, cuma di medsos aku sih masih sekilas doang, kasih inisial. Namanya maling kan nggak ada yang mau ngaku, kalau maling ngaku penjara penuh. Nanti kita buktiin aja deh," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Bawa ke Jalur Hukum

Barbie sendiri masih memberi kesempatan pada DC untuk datang dan minta maaf. Jika tak ada itikad baik, tak menutup kemungkinan dirinya bakal membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Kalau dia sampai nggak minta maaf, dia nggak ngerasa, nggak menutup kemungkinan gue laporin dia. Emang capek, aku lihat muka dia aja capek, cuma orangnya nyolot gimana?" tutup Barbie.

(kpl/gtr)

Editor:  

Guntur Merdekawan