Ramai Kasus Ikan Asin, Psikolog Menduga Barbie Kumalasari Idap Mythomania

Sora Soraya | Jum'at, 19 Juli 2019 17:28 WIB
Ramai Kasus Ikan Asin, Psikolog Menduga Barbie Kumalasari Idap Mythomania

Kapanlagi.com - Nama Barbie Kumalasari dalam beberapa waktu belakangan memang menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Terlebih suaminya, Galih Ginanjar kini sudah menjadi tersangka atas kasus ikan asin yang juga melibatkan nama Pablo Benua dan Rey Utami.

Tidak hanya itu, Barbie Kumalasari juga kerap jadi sorotan gara-gara kebiasaannya yang suka memamerkan harta dan perawatan mahalnya. Yang terbaru, ia justru ketahuan berbohong soal rumah Mr. Puisi hingga keberadaan toko berlian di ITC, Jakarta yang ternyata bukan miliknya.

Atas hal ini, salah seorang psikolog bernama Joice Manurung menduga jika istri Galih Ginanjar itu tengah mengidap Mythomania. Apa itu?

1 dari 2 halaman

1. Soal Mythomania

Soal Mythomania YouTube.com/TRANS TV Official
Menjadi bintang tamu Pagi-Pagi Pasti Happy, Joice Manurung pun menyampaikan jika Mythomania itu merupakan gangguan kejiwaan yang menempatkan fantasi sebagai fakta. "Jadi, ada unsur emosi berlebihan yang membuat fakta-fakta orang lain yang ada di sekitarnya itu menjadi fakta dirinya, yang sudah dia fantasikan," tuturnya menjawab pertanyaan para host.

Lebih lanjut, Joice juga mengungkapkan seperti apa ciri-ciri gangguan Mythomania ini. Mulai dari bercerita tentang hal-hal yang bukan miliknya seperti investasi barang, properti, prestasi, hingga mengaku punya hubungan dekat dengan artis terkenal.

2 dari 2 halaman

2. Penyebab & Cara Menyembuhkan

Meski begitu, Joice pun menegaskan, "Tapi kan kita mesti lihat bahwa diagnosis itu harus ditegakkan melalui sebuah pengukuran. Jadi, kita nggak bisa bilang seseorang menderita Mythomania hanya karena gejala-gejala perilaku itu."

Di kesempatan yang sama, Joice juga menyampaikan jika penyebab gangguan ini berasal dari kecemasan (self esteem) atau pengalaman pahit masa kecil dari penderita. Kondisi ini bisa disembuhkan lewat psikoterapi, konseling individual, dan treatment pada lingkungan berupa support dari orang sekitar.

(kpl/sry)


Editor:  

Sora Soraya

↑