Beda Suasana Istana Presiden dari Zaman Suharto - Jokowi Menurut Yuni Shara

Guntur Merdekawan | Jum'at, 12 April 2019 18:50 WIB
Beda Suasana Istana Presiden dari Zaman Suharto - Jokowi Menurut Yuni Shara

Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal sosok Yuni Shara? Salah satu diva Tanah Air ini sudah menorehkan berbagai coretan tinta emas selama perjalanan karirnya di industri musik Tanah Air. Pamornya bahkan sudah diakui sejak dulu, oleh seluruh kalangan, dari rakyat biasa hingga petinggi negara seperti Presiden.

Job nyanyi di Istana Negara pun sudah bukan hal yang baru bagi Yuni. Usut punya usut, kakak dari Krisdayanti ini langganan mengisi acara di kediaman Presiden itu sejak era kepemimpinan Bapak Suharto. Menurutnya, suasana dari Istana Negara selalu berubah-ubah tergantung dari siapa Presiden yang memimpin kala itu.

Pada channel Youtube Let's Talk, Yuni yang jadi salah satu narasumber menceritakan pengalaman langkanya. "Zaman Pak Harto angker. Angkernya itu gini. Kalau Ibu Tin dia kan sederhana sekali, paling banter pakenya mutiara. Kebayanya selalu pakai bunga-bunga. Terus dia sangat perhatian siapa di sekelilingnya yang sakit. Pak Harto itu angkernya kita nggak boleh deket. Begitu ada Bapak itu kita langsung minggir," kenang Yuni.

 

1 dari 5 halaman

1. Zaman Habibie

Setelah 6 periode dipimpin oleh Suharto, yakni sejak tahun 1950 hingga 1998, kursi kepemimpinan Indonesia akhirnya berpindah tangan ke Habibie.

Dalam 1 tahun kepemimpinan Habibie, Yuni juga sempat diundang ke Istana Negara untuk mengisi acara. Dan kala itu, suasana yang sangat berbeda juga dirasakannya.

"Saat ganti Presiden Habibie, itu mulai pakai peci dan ada cipika-cipiki. Mulai ada pesta di kebun," sambungnya singkat.

2 dari 5 halaman

2. Zaman Gus Dur dan Megawati

Zaman Gus Dur dan Megawati © Youtube/Let\'s Talk
Suasana keterbukaan mulai dirasakan Yuni pada zaman kepemimpinan Gus Dur. Bahkan keseluruhan tema warna dalam Istana Negara juga ganti jadi hijau, yang melambangkan warna partai Gus Dur, yakni PKB (hijau).

"Kemudian saat Presiden Gus Dur, lebih santai dan warnanya ganti hijau, terus ramai gitu. Semua orang boleh masuk gitu. Gus Dur kan orangnya terbuka dan apa adanya," jelas Yuni.

Seperti diketahui, beliau sempat menjadi orang nomor 1 di Indonesia selama 2 tahun lamanya, sebelum digantikan Megawati Soekarnoputri. "Kemudian ganti ke Ibu Megawati. Ganti angker lagi, ganti merah lagi," sambungnya.

3 dari 5 halaman

3. Zaman SBY

Setelah masa kepemimpinan Megawati, hadirlah sosok Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki background militer. Kehadirannya sontak memberi warna baru terhadap Indonesia, pun Istana Negara yang ditempatinya.

"Saat Bapak SBY, merah lebih gimana ya, lebih soft, karena Pak SBY agak kayak Pak Harto waktu itu. Ibu sangat berperan juga, sering menyapa," tutur Yuni.

4 dari 5 halaman

4. Zaman Jokowi

Zaman Jokowi © Youtube/Let\'s Talk
Di era kepemimpinan Jokowi, Yuni merasakan perbedaan yang begitu kental. Seperti sosoknya yang dikenal sederhana dan merakyat, Istana Negara pun seakan disulap jadi hunian yang begitu merakyat.

"Kalau sekarang ini sangat merakyat malahan. Malah hampir nggak ada kita dipanggil nyanyi-nyanyi kayak dahulu, kalau bisa pengamen yang nyanyi. Bapak tuh lebih di Bogor, sering ngundang orang, ya apa adanya seperti dia di Solo," jelas Yuni.

Namun uniknya, hingga saat ini Yuni belum pernah sekalipun ketemu dengan sosok Ibu Negara, Iriana Jokowi. "Ibu Iriana justru satu-satunya ibu negara yang paling nggak pernah saya jumpai. Saya rasa dia yang paling malu.

5 dari 5 halaman

5. Simak Videonya!


Video by: Let's Talk!

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑