Ben Kasyafani Anti Kekerasan Terhadap Wanita

Yunita Rachmawati | 30 Januari 2010, 14:12 WIB
Ben Kasyafani Anti Kekerasan Terhadap Wanita
Kapanlagi.com - Kekerasan terhadap wanita yang terjadi belakangan ini membuat miris hati Ben Kasyafani. Apalagi baru saja ia menyaksikan di televisi, seorang wanita bernama Shanti yang menjadi korban KDRT. Wanita itu disiram dan dibakar hingga wajahnya menjadi hancur.

Ben yang menontonnya merasa kasihan terhadapnya. Menurutnya, Shanti pasti langsung trauma dengan hidupnya. Kekasih Marshanda ini langsung mengeluarkan unek-unek mengenai pria kejam tersebut.

"Kalau pria sebaiknya punya kesadaran tinggi, kontrol emosi lah. Karena kalau kita lihat perempuan lebih punya emosi, dan kita sebagai laki-laki harus bisa punya meaning lah. Ya kalau misalnya sudah menikah, punya istri yang ribet, rebel orangnya, suka mukul, dan kalau kita dipukul kita sebagai laki-laki menghindar saja," ungkapnya.

Dikatakan Ben, banyak hal yang diterapkannya soal kepedulian terhadap wanita. Misalnya saja jika ke cewek atau pembantu, ia tidak akan membiarkan untuk jalan malam-malam sendirian. Setidaknya, Ben memilih mengantarkan sampai ke rumah. Ia begitu marah apabila ada pria yang bertindak kasar terhadap wanita.

"Menurut gue, seperti yang gue katakan tadi. Kalau laki-laki melakukan kekerasan pada wanita, pasti nggak pernah sekolah atau sekolahnya nggak benar. Karena kalau dia sekolah pasti diajarin bagaimana cara menghargai wanita. Karena ibu juga wanita kan, jadi kalau melakukan kekerasan terhadap wanita, sama saja kasar ke ibu kita kan?" tandasnya.

Lantas, apa solusi dari Ben? "Agar kompleks juga masalahnya, itu balik ke diri masing-masing. Ya ada lah orang yang well educated people, tapi tetap melakukan kekerasan, sebaiknya sih pemerintah lebih melakukan pendidikan kepada rakyatnya," jawab Ben.

"Kadang-kadang kalau kita punya pacar, yang kita sampaikan adalah amarahnya, tapi yang dia dapat malah lu seperti menghina dia, dan kalau kita berkata kasar yang dia tangkap adalah seperti dimaki-maki. Jadi cara menyampaikannya juga harus benar, jangan sampai salah," lanjutnya usai menjadi MC dalam acara Empowering The Young Generation, A Documentary Film Competition 2009, di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (29/1). (kpl/hen/boo)

Editor:  

Yunita Rachmawati