Kisah Naik-Turun Perjalanan Duet Benyamin S - Ida Royani

Darmadi Sasongko | 16 Juni 2014, 07:31 WIB
Kisah Naik-Turun Perjalanan Duet Benyamin S - Ida Royani

Kapanlagi.com - Oleh: Darmadi Sasongko

Artis Ida Royani dianggap sebagai pasangan paling ideal sepanjang karir Benyamin S. Mereka mengawali rekaman duet pada awal 1970-an lewat lagu Tukang Kredit ciptaan Djoko Subagyo (Djoko S). Saat itu, atas inisiatif Ben ingin membuat sesuatu yang baru di dunia musik dengan mengajak Ida, yang memang sedang populer.

Ida memang menjadi idola di kalangan anak muda dengan penampilannya yang fungky dan ngerock setiap kali manggung. Sepatu boots, jaket kulit dan wig warna-warni menjadi ciri penampilannya, yang kemudian banyak ditiru.

Sebenarnya Ben sebelumnya juga pernah rekaman duet dengan penyanyi Rita Zahara dan Rossy. Namun pasar tidak menyambutnya dengan baik, karena konsepnya masih gambang kromong murni. Kehadiran gambang kromong versi Benyamin S dan Ida Royani dianggap modern, bahkan pernah diprotes karena dianggap mengabaikan unsur tradisionalnya.

Sementara sebaliknya, Ida yang menjadi transetter anak muda juga diprotes karena tiba-tiba tampil dengan dandanan kebaya dan bersandal jepit. Dia seolah turun derajat, musiknya menjadi kampungan. "Ben lu mesti tau gue nyanyi ama lu ini neken perasaan, sering dibilang kampungan sama orang. Lu mesti bersyukur!" kata Ida Royani setengah protes.

Ida Royani © KapanLagi.comIda Royani © KapanLagi.com

Saat itulah muncul jawaban Benyamin yang legendaris. Kalimat itu hingga kini masih kerap dipakai di masyarakat. "Biar orang bilang kampungan tapi rezeki kotaan," kata Ben seperti dikutip dari buku Kompor Mleduk,  Benyamis S, karya The Creative Library.

Sepajang karir, mereka menyanyi lagu-lagu seperti Begini-Begitu, Di Sini Aje, Hujan Gerimis, Lampu Merah I-II, Nimang Anak, Dipatil Ikan Sembilang dan lain-lain. Duet Ben dan Ida juga tidak melulu musik gambang kromong, karena setelah sukses berpasangan, mereka juga menyanyikan duet lagu kerocong, seperti Asal Nguap, Mutiara, Telomoyo, dan lain-lain.

Namun duet mereka akhirnya terhenti saat Ida dipinang Pangeran Tengku Azis dari Malaysia. Dia diboyong ke Negeri Jiran pada tahun 1976. Ben pun kembali sendirian setiap kali tampil, seperti awal berkarir.

Dia akhirnya mencari pengganti Ida Royani, berduet dengan pasangan baru yakni Inneke Kusumawati. Tidak lama mereka menghasilkan album Nenamu dengan lagu Janda Kembang, Semut Jepang, Sekretaris, Pengantin Baru dan Pelayan Toko.

Ben juga mendapatkan pasangan duet lain, penyanyi asal Cirebon, Herlina Effendy (1976) yang saat itu masih berusia 18 tahun. Ada kemiripan suara antara Herlina Effendy dengan Ida Royani. Mereka berhasil merilis lagu Kulik Kuping dan Acuh Bebi.

Benyamin S - Ida Royani © KapanLagi.comBenyamin S - Ida Royani © KapanLagi.com

Duet Ben dan Ida tetap dinanti-nanti penggemar. Kesempatan itupun datang, akhirnya mereka kembali menyatu sekitar Agustus 1978. Saat itu, Ida menjalani proses perceraian dengan suaminya. Terhitung sejak Juli 1978, dia kembali tinggal di Jakarta. Sambil menunggu kepastian perceraian mereka kembali menggeluti dunia tarik suara.

Sementara Herlina Effendy memilih kembali dengan grup dangdutnya, Ken Dedes yang personelnya semuanya perempuan.

Ida Royani - Benyamin S sangat melegenda sebagai pasangan duet. Ada sekitar 150 judul lagu yang mereka nyanyikan secara duet dan rata-rata menjadi sountrack film. Mereka juga dianggap sebagai pasangan ideal saat berakting di film layar lebar.

Namun, mereka akhirnya benar-benar 'dipisahkan' setelah Ida menemukan jodoh barunya. Ben kembali sendirian sejak 1981, saat Ida dinikahi musisi Kenan Nasution.

(kpl/dar)

Editor:   Darmadi Sasongko