Benyamin S Pernah Minta Maaf Kepada Para Janda

Darmadi Sasongko | 12 Juni 2014, 16:31 WIB
Benyamin S Pernah Minta Maaf Kepada Para Janda

Kapanlagi.com - Oleh: Darmadi Sasongko

Sepanjang Mei 2014, sebuah stasiun televisi swasta nasional memutar beberapa film lawas untuk mengisi rangkaian libur nasional. Salah satu film yang diputar berjudul Ratu Amplop yang dibintangi Benyamin S, Ida Royani, Connie Sutedja, Ratmi B.29, Eddy Gombloh, Ida Kusuma dan lain-lain.

Berdasarkan data base, film Ratu Amplop diproduksi tahun 1974, dan beredar sekitar awal tahun 1975. Filmnya berdurasi 111 menit diproduseri MT Arsyad dan diedarkan oleh Adhi Yasa Film. Sebagai pengarahnya, sutradara Nawi Ismail dan ceritanya digarap Firman Muntaco.

Jika dihitung, usia film ini sudah 40 tahun. Karena itu, secara teknologi bisa dibayangkan mulai dari kualitas gambar dan audionya, apalagi beberapa kata kasar yang banyak diedit. Dialognya memang banyak mengeluarkan kata umpatan; kurang ajar, bangs** dan banyak adegan merokok, yang dianggap kasar untuk ukuran sekarang dan dilarang ditayangkan di televisi. Namun tidak mengganggu jalannya cerita.

Benyamin S © KapanLagi.comBenyamin S © KapanLagi.com

Kendati film kuno, akting para aktor dan aktrisnya yang rata-rata sudah berpulang, sangat menghibur. Jalan ceritanya sederhana, apa adanya, dengan guyonan-guyonan memasyarakat dan menggelitik, bahkan terkandung kritik.

Namun di balik itu, film Ratu Amplop ini ternyata pernah mengundang protes kaum janda. Gara-gara syair lagu soundtracknya, Janda Tue dinyanyikan Benyamin yang dinilai menghina, apalagi dengan gaya penyanyinya. Ben dianggap mengolok-olok dan merendahkan kaum janda.

Cerita film ini tentang Benny (Benyamin) yang berpacaran dengan Ratmi (Ratmi B.29) yang juga pemenang bintang kontes kecantikan. Ratmi memenangkan kontes karena menyerahkan uang suap paling banyak kepada para juri. Dia menyerahkan uang penjualan Si Bendot, kambing kesayangan ayahnya, setelah dipotong komisi oleh Benny.

Sebagai pesaingnya, salah satunya Connie Sutedja, janda sebelah rumah Ratmi yang juga kakak Ida (Ida Royani). Banny sendiri sebenarnya naksir Ida, sehingga pada suatu waktu dimanfaatkan untuk mencari tahu rahasia kemenangan Ratmi dengan merayu-rayu Benny. Akhirnya terbongkar dan Ratmi menjadi sasaran sindiran dan cemoohan.

Connie dan Ratmi pun terus-terusan bertengkar. Selama pertengkaran, Benny membela Ratmi, karena statusnya sebagai pacar dan banyak memberikan upeti. Gaya pertengkaran mereka salah satunya dengan menyanyikan lagu Janda Tue.

Protes dimuat di Suarat Pembaca Harian Kompas edisi 22 Januari 1975 dengan judul 'Benyamin S. Jangan Menghina Janda'. Penulis saat itu mengajukan protes setelah menyaksikan aksi Ben di telivisi menyanyikan lagi tersebut. Akibat protes ini, Banyamin pun menyampaikan permintaan maaf kepada para janda. Dia menerangkan tentang maksud lagu tersebut dengan menceritakan cerita filmnya yang saat itu belum beredar. 

Surat bantahan Banyamin dimuat di Surat Pembaca Harian Kompas edisi 3 Februari 1975. Berikut beberapa potongannya yang diambil dari buku Kompor Mleduk, Benyamin S terbitan The Creative Library (2007):

"Begitulah lagu itu saya ciptakan yang disesuaikan dengan skenario, jadi bukan semata-mata saya tujukan kepada semua janda-janda. Tobat-tobat betul-betul kalau lagu itu saya tujukan kepada semua janda, sebab saya yakin tidak semua janda begitu, tidak semua perjaka brengsek, tidak semua duda kurang ajar dan tidak semua ibu tiri (katanya) jahat (ingat lagu Ibu Tiri ciptaan almarhum Mashabi)," tulis Benyamin.

"Terus Terang saya takut dong sama janda-janda kalau dia tersinggung, benar juga saya bisa diboikot semua janda-janda. Padahal ibu saya, kakak saya, adik saya, keponakan saya juga janda," tambahnya.

Di bagian terakhir surat Benyamin mendoakan agar para janda tidak menirukan akting Connie Sutedja sebagai janda yang kerap menghina orang lain.

"Semoga saudari saya/famili saya yang janda-janda jangan ikut-ikutan Connie Sutedja dalam film Ratu Amplop. Jangan suka mencela, menganggap rendah orang susah, ingat pepatah orang dulu: Jangan suka menghina orang nanti jauh jodoh," tulis Benyamin di akhir surat.

(kpl/dar)

Editor:   Darmadi Sasongko