Berbulan-Bulan Dipenjara, Galih Ginanjar Isi Waktu Luang dengan Belajar Silat Cimande

Sora Soraya   | Senin, 20 Januari 2020 14:29 WIB
Berbulan-Bulan Dipenjara, Galih Ginanjar Isi Waktu Luang dengan Belajar Silat Cimande

Kapanlagi.com - Tiga terdakwa kasus ikan asin yakni Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini Senin (20/1). Beberapa saat sebelum sidang berlangsung, mereka pun sempat menjawab beberapa pertanyaan dari rekan media.

Sudah berbulan-bulan di dalam penjara, kini Galih Ginanjar mengaku mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Selain mendapat banyak teman baru, ia juga banyak melakukan hal positif.

"Kalau saya lebih santai gini ya, karena di dalam juga banyak teman-teman terus juga kegiatan positif udah bisa adaptasi," ujar suami Barbie Kumalasari itu saat ditemui sebelum sidang.

1 dari 2 halaman

1. Belajar Silat Cimande

Belajar Silat Cimande KapanLagi.com®/Budy Santoso
Salah satu kegiatan positif yang tengah ditekuninya saat ini yaitu belajar silat Cimande. Kebetulan ada teman sekamarnya yang merupakan guru silat dan seorang ustaz. Selain belajar bela diri, Galih Ginanjar juga belajar mengaji.

"Karena di dalam juga setiap pagi saya olahraga, sorenya saya latihan silat Cimande karena teman satu kamar ada guru silat, kebetulan itu ustaz. Ya sudah di situ diajarin ngaji, yang tadinya tidak tahu jadi lebih tahu lagi," jelasnya.

"Memang dasarnya saya haus akan bela diri. Dulu kan sempat di BKC terus juga pengin nyobain yang tradisional silat. Karena kan susah nyari perguruan apalagi ini private ya setiap hari," lanjut mantan suami Fairuz A Rafiq itu.

2 dari 2 halaman

2. Jadi Rajin Olahraga

Tak hanya belajar silat, Galih juga makin rajin olahraga lainnya seperti main tenis meja dan badminton. "Sebenarnya kalau di dalam rutan kebebasan kita terbatas ya. (Jadi) memanfaatkan yang ada di dalam. Misalnya yang tadinya jarang olahraga, jarang main tenis meja, kita main, yang tadinya jarang main bulu tangkis jadi memanfaatkan itu aja," katanya.

"Banyak bergaul dan kebanyakan juga tahanan-tahanan yang di kamar saya baik-baik orangnya, terus masih bisa kerja sama," pungkas Galih.

(kpl/rhm/sry)


Reporter:  

Nuzulur Rakhmah

↑