Beredar Video Jennifer Dunn Memohon & Minta Maaf ke Polisi, Ini Kata Ketua RT

Ahmat Effendi | 04 Januari 2018, 16:15 WIB
Beredar Video Jennifer Dunn Memohon & Minta Maaf ke Polisi, Ini Kata Ketua RT

Kapanlagi.com - Penangkapan artis cantik Jennifer Dunn karena kasus narkoba menjadi sorotan banyak pihak. Baru-baru ini beredar video yang menunjukkan bintang tersebut seolah tengah memohon agar tidak dibawa Polisi dan meminta maaf. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang siapa yang mengabadikan dan menyebarkannya.

M Husni Rahman (58) Ketua RT di kediaman keluarga Jennifer Dunn yang ikut dalam penggerebekan mengungkapkan pandangannya. Menurutnya ketika Jennifer ditangkap, pihak yang diperbolehkan mengambil video adalah dari Kepolisian.

"Tidak ada (masyarakat dalam penggerebekan). Setahu saya orang luar cuma saya. Setahu saya sisanya petugas kepolisian aja. Memang setiap orang yang intel pegang HP semua memvideokan Jennifer itu. Saya sempat videoin tapi langsung dihapus. Yang hapus ya petugasnya sendiri," ujar M Husni Rahman di kawasan Bangka 9C, Jakarta Selatan, Rabu malam (3/1/2017).

Saat ditangkap, ada pihak yang mengabadikan video Jennifer Dunn. Cr: KapanLagi.com/Budy SantosoSaat ditangkap, ada pihak yang mengabadikan video Jennifer Dunn. Cr: KapanLagi.com/Budy Santoso

Saat Jennifer Dunn diputuskan ditangkap, suasana di kediamannya memang sempat histeris. Bahkan ibu Jennifer mendadak pingsan dan harus dirawat dengan minyak kayu putih. Ketua RT tersebut menyatakan selama ini sejatinya Jennifer termasuk warga yang baik.

"Sebenarnya dia orangnya baik, mungkin sekarang karena pengaruh pergaulan kali ya (sehingga pakai narkoba)," ujarnya.

Rumah Ketua RT tersebut tepat bersebelahan dengan keluarga Jennifer Dunn. Meski ikut jadi saksi penggerebekan, M Husni tidak diinterogasi terkait kasus yang diselidiki. Selain itu Ketua RT tersebut mengungkap dengan siapa bintang cantik tersebut tinggal di rumah.

"Di situ dia (Jennifer) tinggal sama Mamanya, sama adiknya cewek, anaknya, terus sama pembantu," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho