Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Berharap Bebas Dari Hukuman, Pengacara Sebut Medina Zein Idap Gangguan Jiwa

Sabtu, 24 September 2022 07:00 WIB
Berharap Bebas Dari Hukuman, Pengacara Sebut Medina Zein Idap Gangguan Jiwa
Pengacara sebut Medina Zein mengidap gangguan jiwa ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Tim penasehat hukum Medina Zein berharap Hakim membebaskan kliennya dari segala tuntutan Jaksa saat membacakan pledoi dalam sidang yang berlangsung Kamis (22/9/2022).

Lukman Azhari, selaku suami sekaligus kuasa hukum Medina Zein, dalam pledoinya membeberkan aspek yuridis dan non yuridis yang diharap bisa menjadi pertimbangan Hakim dalam membuat keputusan.

"Terdakwa (Medina Zein) didiagnosa memiliki gangguan mental dan kejiwaan. Terdakwa pernah mencoba melakukan percobaan bunuh diri, bukti- bukti terlampir," kata Lukman Azhari saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2022).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Tak Masuk Kriteria

Gambar

Maka dari itu, lanjut Lukman, dengan mengutip keterangan seorang ahli pidana, Medina Zein tak masuk dalam kriteria seseorang yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Berdasar pendapat ahli pidana kemampuan bertanggung jawab berhubungan dengan Pasal 44 KUHP dimana orang sakit jiwa tidak bisa diminta pertanggungjawaban pidana," kata Lukman Azhari.

2. Tidak Terbukti

Gambar

Selain itu, Lukman Azhari dan tim juga mengatakan bahwa Medina Zein tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana seperti dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Unsur penghinaan dan atau pencemaran nama baik tidak terbukti. Karena terdakwa tidak pernah menunjuk seseorang, menyebutkan nama pengguna lain dalam foto yang diunggah di Instagram," kata tim pengacara Medina Zein.

"Dalam bukti chat perkataan terdakwa berkata hati-hati dalam berbicara dan lain-lain kepada Uci Flowdea, bukanlah suatu ancaman," sambung Lukman Azhari.

3. Berharap Pledoi Diterima

Gambar

Berdasarkan poin-poin yang sudah ia sebutkan tadi, Lukman berharap Majelis Hakim bisa menerima nota pembelaan yang diajukan oleh Medina Zein. 

"Kami memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia, yang memeriksa perkara dan mengadili perkara ini berkenan memutus, satu, menerima seluruh pembelaan pledoi penasihat hukum terdakwa. Kedua, menyatakan menolak tuntutan JPU untuk seluruhnya," ujar Lukman.

Selain dari dua hal itu, pihak pengacara Medina Zein juga meminta kepada Majelis Hakim untuk menyatakan bahwa Medina tidak bersalah, membebaskan dari segala tuntutan hukum, dan memulihkan nama baik Medina Zein. 

4. Pencemaran Nama Baik

Seperti diketahui, Medina Zein menjadi terdakwa dua kasus berbeda, yakni kasus pengancaman atas laporan Uci Flowdea dan pencemaran nama baik atas laporan Marissya Icha. Medina Zein ditahan di rutan Polda sejak 7 Juli 2022. Kemudian ia dipindah ke Rutan Pondok Bambu akhir Agustus 2022.

Saat ini Medina masih menjalani persidangan untuk menentukan nasibnya. Pada sidang yang berlangsung pada Senin (19/9/2022), Jaksa menuntut Medina Zein dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara untuk perkara pengancaman dan menuntut 1 tahun penjara untuk kasus pencemaran nama baik.