Berkali-Kali Ditegur, 'Pagi Pagi Pasti Happy' Kena Semprot KPI Lagi

Guntur Merdekawan | Kamis, 23 Mei 2019 15:35 WIB
Berkali-Kali Ditegur, 'Pagi Pagi Pasti Happy' Kena Semprot KPI Lagi

Kapanlagi.com - Pagi Pagi Pasti Happy adalah salah satu program talkshow yang dalam pengawasan ketat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Bukan tanpa alasan, program yang dipandu oleh Uya Kuya ini memang sering kali dianggap menyalahi aturan penayangan.

KPI pun sudah berkali-kali melayangkan surat teguran, bahkan puncaknya melakukan pemberhentian sementara pada akhir 2018 silam. Namun rupanya hal itu tak membawa perubahan yang terlalu signifikan. Belum lama ini, pihak KPI kembali mengeluarkan sebuah surat teguran.

Episode yang dipermasalahkan adalah penayangan pada tanggal 9 Mei 2019 lalu, di mana kala itu sang bintang tamu yang diundang adalah Yama Carlos beserta istrinya. Keduanya lalu membahas konflik rumah tangga yang diikuti dugaan adanya perselingkuhan. Hal itulah yang lantas membuat pihak KPI ambil sikap.

1 dari 2 halaman

1. Umbar Aib Keluarga

Umbar Aib Keluarga Yama Carlos © KapanLagi/Bayu Herdianto
P3H dianggap telah melakukan pelanggaran berupa bahasan soal konflik rumah tangga, di mana masalah internal keluarga dan privasi sesorang tak sepatutnya jadi bahan siaran. Dan percaya atau tidak, teguran ini merupakan yang kedua dalam Bulan ini.

"Pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap hak privasi, kewajiban program siaran memperhatikan dan melindungi kepentingan anak serta larangan program siaran menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku tidak pantas," jelas Dewi Setyarini mengatakan selaku Komisioner KPI Pusat dalam press rilis situs Kpi.go.id.

"Berdasarkan pelanggaran terhadap pasal-pasal tersebut, kami memberikan sanksi administratif teguran tertulis kedua untuk program siaran Pagi Pagi Pasti Happy," sambung Dewi.

2 dari 2 halaman

2. Teguran Pertama

Pada episode sebelum Yama Carlos, tepatnya tanggal 8 Mei 2019, P3H juga sudah dianggap menyalahi aturan serupa. Kala itu, topik yang dibahas adalah perseteruan rumah tangga antara Yunita Lestari dan mantan suaminya, Daus Mini.

"Kami berharap teguran kedua ini disikapi serius oleh pihak Trans TV agar pelangaran serupa dan yang lain tak terulang. Kami juga meminta Trans TV menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran," pungkas Dewi.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑