Bertemu Shane Filan Dalam Waktu 2 Minggu Masa Kerja

Guntur Merdekawan | Jum'at, 28 Desember 2018 20:15 WIB
Bertemu Shane Filan Dalam Waktu 2 Minggu Masa Kerja

Kapanlagi.com - Berbicara soal pengalaman liputan menarik, wawancara Shane Filan rasanya menduduki peringkat paling atas. Alasannya sederhana, pengalaman jam kerja yang masih secuil dikombinasikan dengan euforia artis papan atas skala internasional. Terkesan norak tapi mau bagaimanapun, beginilah adanya.

Masih ingat betul rasanya baru genap dua minggu saya bekerja di media showbiz terbesar di Indonesia, KapanLagi.com. Proses adaptasi tentu masih berlangsung dan nampaknya cukup alot. Teman di lapangan pun mungkin bisa dihitung oleh jari dalam satu tangan.

Akan tetapi, saya mengemas itu semua menjadi satu paket tantangan yang menyenangkan di kepala saya. Kesenangan berbahasa Inggris dan modal pertanyaan yang sudah disiapkan malam sebelumnya menambah kepercayaan pada diri.

1 dari 3 halaman

1. Terhalang Security

Shane Filan / Credit: KapanLagi - Agus Apriyanto
Tepat pada 6 Maret 2018 dengan bermodalkan mandat dari Korlip, Mas Adhib dan Bang Busan, saya berangkat pagi dengan sepeda motor sekitar jam 9 pagi menuju Hotel 4 Seasons di daerah Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Sesampainya di sana, saya masih dalam keadaan kikuk.

Baru sampai di pintu masuk, setelah parkir motor, saya terhadang oleh beberapa security. Jelas tujuannya untuk menanyakan identitas dan maksud kedatangan saya.

"Saya dari KapanLagi.com mau wawancara Shane Filan, sudah janji," kurang lebih ucapan saya kala itu ketika ditanyakan id pers dan kebingungan karena memang id pers saya belum jadi, di Hotel 4 Seasons, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).

Security terlihat belum juga percaya. Maklum saja, datang dengan keadaan kucel, tidak bisa menunjukkan id pers, dan jawaban yang tidak meyakinkan pasti cukup meragukan. Akhirnya semua bisa teratasi dengan menghubungi Bang Busan yang bicara langsung dengan security.
2 dari 3 halaman

2. Perkenalan dengan Pewarta Lain

Setelah masuk, saya diajak menuju sebuah ruangan bersama media lain menunggu giliran. Namun, tidak satupun dari mereka yang saya kenal. Celingak-celinguk sambil mempersiapkan pertanyaan dan mencari kesempatan untuk kenalan, semuanya saya lakukan.

Pada akhirnya kesempatan itu datang. Setelah beberapa saat duduk di pinggir, saya pindah ke tengah tempat orang-orang berkumpul. Seingat saya, ada pewarta lain dari media Kompas, Detik, Tabloidbintang dan Kumparan di sana. Semuanya perempuan.

Usai memperkenalkan diri dan meminta nomor mereka, ada satu kalimat dari anak Kumparan yang saya ingat sampai sekarang. "Lu baru 2 Minggu udah ketemu Shane Filan? Gua butuh satu tahun buat ketemu dia."

Seketika itu saya hanya bisa tersenyum tipis sambil berucap "hehe". Perasaan bangga campur bingung pun jadi satu, seperti sebuah pencapaian yang terjadi tanpa direncanakan.
3 dari 3 halaman

3. Pertemuan dengan Shane

Shane Filan / Credit: KapanLagi - Agus Apriyanto
Tidak lama, saya pun dipanggil, tanda giliran wawancara dengan Shane tiba. Spesialnya lagi, wawancara ini ekslusif alias one on one dengan waktu yang  ditentukan, kalau tidak salah hanya 5 menit. Bisa dibayangkan secepat apa detak jantung saya berdetak kala itu. Beruntungnya, wawancara berjalan lancar walaupun agak terbata-bata.

Personel Westlife yang mungkin bisa dibilang legendaris ini menang spesial. Tidak boleh foto maupun video, kecuali mereka yang dapat akses khusus. Kejutan kembali terjadi karena ternyata reporter bisa foto bersama Shane! Yaaah lumayan.

(kpl/apt/gtr)


↑