Bicara Tentang Acara TV Alay, Deddy Corbuzier Dipanggil KPI

Guntur Merdekawan | 13 Maret 2018, 14:15 WIB
Bicara Tentang Acara TV Alay, Deddy Corbuzier Dipanggil KPI

Kapanlagi.com - Deddy Corbuzier saat ini tengah jadi sorotan publik karena statemen-nya mengenai program alay yang merajalela di stasiun televisi Tanah Air. Sang master magician terang-terangan menyebut jika masa depan generasi bangsa tengah terancam jika program televisi terus-terusan diisi dengan acara yang tidak mendidik atau bermutu.

Faktanya, rating acara-acara televisi yang dianggap Deddy 'alay' malah selalu tinggi. Artinya, penonton dari acara-acara tersebut memang mayoritas. Hal itulah yang membuat ayah satu anak ini geram, gemas, kesal, dan juga tak habis pikir.

Deddy memang sudah sejak dulu menentang acara alay di televisi. Namun baru sekarang Ia menegaskan rasa tidak sukanya. Salah satu pemicunya adalah masalah keluarnya Chika Jessica dari Hitam Putih dan kembali ke program televisi yang dianggap 'alay'.

Dan uniknya, gara-gara keberaniannya dalam menyuarakan pendapat, Deddy pun akhirnya dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun jangan khawatir, pria berkepala plontos itu dipanggil bukan karena kena sanksi atau dihukum. Deddy malah dapat penghargaan!

Deddy anti acara alay / Credit: Instagram - mastercorbuzierDeddy anti acara alay / Credit: Instagram - mastercorbuzier

"Menjadi satu-satunya public figure yang diberikan penghargaan dan diminta untuk memberikan pendapat tentang tayangan TV oleh @kpipusat hari ini adalah sebuah kebanggaan juga kesempatan untuk bicara tentang kenyataan. Kenyataan bahwa haruskah kita menuhankan rating? Bila lembaga-nya sendiri tidak jelas, haruskah kita membiarkan acara-acara yang merusak masa depan anak-anak kita tetap menjadi pilihan tontonan? There is a Hope," tulis Deddy di caption foto postingannya.

Selain mengunggah foto lewat Insatgram, Deddy juga mengabadikan momen dirinya dipanggil KPI lewat sebuah konten video di Youtube. Pada video itu, mantan suami dari Kalina ini diminta maju untuk menjadi pembicara.

"Harus diakui jika acara TV kita hampir 90% tidak mendidik. Artis yang laku, kecuali saya, adalah artis yang bisa joged 4 jam jungkir-balik di atas panggung, atau ngondek. Saya adalah orang yang memilih acara yang diberikan pada saya. Berapapun bayarannya saya tidak akan terima kalau tidak sesuai dengan saya. Pertanyaannya adalah, sampai kapan kita membuat anak-anak kita, membuat masa depan anak-anak kita, bangsa kita, menjadi bodoh dan semakin bodoh. Sampai kapan?" ungkap Deddy di atas podium.


Video by: Deddy Corbuzier

Pidato Deddy tersebut akan jadi sebuah PR besar bagi pihak KPI. Apakah dengan ini bakal ada penyaringan yang lebih ketat dari pihak KPI terhadap program-program televisi? Ataukah mereka bakal tetap menjalankan sistem lawasnya dengan mengirimkan surat teguran belaka tanpa ada aksi nyata?

"Terima kasih berbagi @mastercorbuzier sebagai pelaku industri penyiaran. Terima kasih atas ruang pikiran dan waktu yang diberikan dalam sharing bersama 12 Rektor PTN se-Indonesia dan stakeholder penyiaran. Semoga harapan kita membangun Konten Penyiaran yang sehat dan berkualitas terwujud dengan sinergi semua pihak. Note-sisi makna lain; Dari cara salam dan berbisik dengan @mastercorbuzier ada diskusi lain yang tersisip, bagaimana cara mendapatkan badan sebesar Deddy Corbuzier, resep bugar tegar dan sehat," tulis Yuliandre Darwis, ketua KPI lewat akun IG postingannya.

Deddy bersama ketua KPI / Credit: Instagram - yuliandredarwisDeddy bersama ketua KPI / Credit: Instagram - yuliandredarwis

Apa pendapat KLovers mengenai program siaran yang ada di Indonesia saat ini? Tulis komentarmu ya!

(kpl/gtr)

Editor:  

Guntur Merdekawan