Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Bikin Bangga Indonesia! Nadia Tjoa Dinobatkan Sebagai Miss Face of Humanity 2022 di Kanada

Kamis, 07 April 2022 11:45 WIB
Bikin Bangga Indonesia! Nadia Tjoa Dinobatkan Sebagai Miss Face of Humanity 2022 di Kanada
Nadia Tjoa, Miss Face of Humanity 2022 / Credit Foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Nama Nadia Tjoa tiba-tiba muncul dan mencuri perhatian netizen. Bukan tanpa alasan, ia baru saja dinobatkan sebagai pemenang Miss Face of Humanity 2022, sebuah kontes kecantikan yang diadakan di Toronto, Kanada pada Sabtu (2/4) lalu.

Nadia Tjoa berhasil mengharumkan nama Indonesia di kontes Internasional. Bayangkan saja, pada grand final ajang Miss Face of Humanity 2022, Ia berhasil menyingkirkan finalis lain dari berbagai negara.

"Saya merasa sangat bangga dan bahagia. Ini sunggu di luar dugaan saya bisa menjadi pemenang dari Miss face of Humanity. Saya datang dan berusaha melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Saya ingin dunia tahu tentang Indoenesia dan ingin menjadikan perempuan Indonesia diakui oleh dunia," ungkap Nadia dalam press rilis yang diterima KapanLagi.com.

Penampilan wanita kelahiran 17 Juli 1994 tersebut pada sesi 'Opening Statement' dan 'Diplomatic Costume' berhasil membawa Indonesia masuk ke dalam jajaran15, 10 hinga 4 besar dan akhirnya berhasil mengalahkan finalis dari Rwanda yang menjadi juara kedua kontes kecantikan tersebut.

"Bagi saya pelatihan yang saya jalani Bersama Yayasan Dunia  Mega Bintanglah yang membuat saya berhasil melewati proses penjurian dalam ajang Miss Face Of Huminaty ini. Selama 1,5 tahun saya ditempa dan juga terjun langsung untuk melihat serta menghadapi berbagai issue sosial yang terjadi di Indonesia dan juga dunia. Dan semua usaha serta doa saya terjawab dalam malam final ini," jelas Nadia.

1. Training 1,5 Tahun Buahkan Hasil

Gambar

Ivan Gunawan selaku mentor sekaligus National Director dari Yayasan Dunia Mega Bintang yang memberangkatkan Nadia ke Ajang Miss Face Of Humanity tersebut mengaku bangga dengan pencapaian yang telah diraih oleh anak didiknya.

"Saya sangat bangga dan bahagia atas kemenangan Nadia sebagai Miss Face of Humanity 2022. Setelah melewati 1,5 tahun untuk training dan akhirnya berangkat ke Toronto, Kanada, akhirnya Nadia berhasil membawa kemenangan dan kebanggaan bagi Indonesia," puji Igun.

Nadia sendiri mengaku sangat beruntug bisa mendapatkan training khusus untuk menghadapi pagelaran Miss Face Of Humanity. Bukan sekedar kontes penilaian fisik, ajang ini juga menilai aksi sosial atau kemanusiaan dari para pesertanya.

"Selama pelatihan saya menjalani berbagai training termasuk diplomatic speech. Dalam pelatihan khusus ini selain mengasah wawasan, juga  untuk memberikan saya pemhaman mengenai issues yang terjadi di dunia. Dengan modal pengetahuan dan wawasan yang luas saya yakin, perempuan bisa menjadi juara dalam bidang apapun dan dimanapun. Untuk itulah saya sebagai Global Ambassador dari Miss face Of Humanity, saya ingin setiap wanita dan juga anak-anak mempunyai kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan dengan mudah, termasuk bagi anak-anak dan wanita pengungsi di seluruh dunia," ujar Nadia.

2. Aktiff Sebagai Pengajar Sukarelawan

Gambar

Sebelum berangkat ke Toronto, Kanada, Ivan Gunawan dan Yayasan Dunia Mega Bintang memang telah menyiapkan Nadia dengan sejumlah pelatihan, salah satunya pelatihan di bidang sosial kemanusiaan.

"Selama ini Nadia sudah ditraining cukup baik. Makanya ketika malam final, Nadia tampil maksimal. Dia melakukan berbagai training, mulai dari make up, hair do, public speaking dan speech diplomatic training. Nadia juga melakukan berbagai aktivitas sosial untuk menunjang advokasinya yaitu education for refugees," sambungnya.

Igun juga menjelaskan jika selama ini Nadia aktif menjadi pengajar sukarelawan untuk anak-anak pengungsi di Indonesia. Misi utama Nadia adalah untuk mengedukasi kepada para pengungsi tersebut jika mereka juga boleh bermimpi dan menyemangati mereka untuk menggapai mimpi tersebut.

3. Gunakan Busana Rancangan Ivan Gunawan

Pada malam final Miss Face of Humanity 2022 Nadia tampil memukau dalam sesi opening introduction. Nadia menggunakan Gunakan cocktail dress bewarna putih rancangan Ivan Gunawan. Sementara pada kompetisi kostum diplomatik, Nadia Tjoa mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain songket berwarna pink. Wanita yang memiliki tinggi 175 cm tersebut tampak anggun dalam busana rancangan Ivan Gunawan.

Busana yang dikenakan Nadia memang telah memukau mata penonton sejak malam pre-liminary, di mana dia menggunakan busana karya Wicky Wu yang bernama Blue Desert. "Pre eleminari. Saya menggunakan gaun dari Wicky Wu yang bernama Blue desert dan kebaya dan songket untuk kostum nasionalnya yang didesain oleh nasional director saya, Ivan gunawan," jelas Nadia.

Dan pada saat puncak pengumuman Nadia menggunakan busana masterpiece rancangan Ivan Gunawan yang Bernama The Reminiscence Of Golden Phoenix, yang terinspirasi dari legenda Jawa, Sawunggaling. Sawunggaling sendiri merupakan makhluk mitos dari legenda Jawa yang mewakili kekuatan lembut dan kebijaksanaan. Mahluk ini ditampilkan dalam komposisi dengan Pradan - salah satu tanaman khas Bali yang juga digunakan sebagai bahan untuk teknik aplikasi emas pada batik di masa lalu. Aplikasi prada atau emas sebagai sentuhan akhir juga merupakan representasi keindahan dan keanggunan.

Dalam mahakarya yang dirancang oleh Ivan Gunawan ini, motif khas Iwan Tirta Sawunggaling Pradan (Phoenix Emas) melambangkan kepemimpinan dan keanggunan bagi pemakainya. Hal inilah yang direpresentasikan oleh Nadia Tjoa dalam ajang Miss face Of Humanity 2022, bahwa menjadi pemimpin yang kuat tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki tetapi juga perempuan.

"Pemimpin wanita yang kuat memberikan contoh yang luar biasa kepada masyarakat, dengan keberanian untuk menginspirasi orang lain. Mereka dibimbing oleh tujuan yang lebih besar. Mereka tangguh secara emosional. Mereka memberdayakan orang lain. Inilah yang saya inginkan dari Nadia Tjoa sebagai wanita yang berhasil membawa harum nama Indonesia di tingkat dunia," ujar Ivan.