Bill Clinton Siap 'Beli' Kopi Aceh

Darmadi Sasongko | 01 Desember 2005, 07:17 WIB
Kapanlagi.com - Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton siap membeli seluruh kopi yang diproduksi propinsi Aceh, bukan untuk dirinya pribadi tetapi kopi itu akan di pasarkan kembali ke seluruh dunia oleh sebuah perusahaan kopi. Sebuah industri kopi di negara paman Sam, 'Starbucks Coffee' melalui Clinton menyatakan siap membeli kopi produksi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu.

"Ada satu berita yang bagus yaitu Starbucks Coffee telah menyetujui untuk mengambil kopi dari sumatera (Aceh). Industri kopi itu tidak hanya membeli tapi juga mencantumkan dimana kopi itu berasal yaitu dari aceh," katanya kepada wartawan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (30/11).

Clinton menjelaskan bahwa upaya itu merupakan sebuah perkembangan yang baik untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di provinsi ini pasca terjadinya bencana alam gempa dan tsunami, 26 Desember 2004.

Ia menyebutkan dipilihnya Starbucks Coffee sebagai penampung kopi dari Aceh itu karena jangkauan pemasarannya sudah luas terdapat dihampir seluruh dunia.

"Setelah kunjungan kedua beberapa bulan lalu, saya langsung menghubungi pimpinan Starbucks Coffee dan sekarang sudah ada tindak lanjut. Saat ini Starbuck telah memulai pembicaraan untuk membeli kopi dari Aceh," kata dia.

Dipihak lain, utusan PBB untuk wilayah terkena tsunami itu menjelaskan bahwa banyak orang saat ini yang membutuhkan pekerjaan ditengah-tengah banyaknya proyek pembangunan perumahan, namun masih ada juga lapangan pekerjaan yang dibutuhkan untuk masyarakat di Aceh.

"Karenanya, saya mendapat tugas dari Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto dan pelaksana tugas Gubernur NAD, Azwar Abubakar, yaitu tugas mencari modal untuk dunia bisnis yang mungkin bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di NAD, maka saya pilih untuk memasarkan kopi asal Aceh dan saya tawarkan kepada industri starbucks," tegasnya.

Selama berada di Banda Aceh dan Aceh Besar, Clinton yang didampingi Kuntoro Mangkusubroto dan Azwar Abubakar, meninjau kemajuan yang dicapai dalam merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh pasca tsunami 26 Desember 2004.

"Kunjungan saya kali ini bertemu dengan pejabat pemerintah, pejabat PBB dan organisasi internasional lain serta masyarakat yang menjadi korban tsunami untuk membeicarakan kemajuan yang telah dicapai dan tantangan apa saja yang harus dihadapi dalam proses pemulihan di Aceh," kata Bill Clinton.

Dia menyatakan, tsunami mengakibatkan kerusakan yang parah dan yang paling merasakan dampaknya adalah wilayah Aceh.

"Kerusaknyan yang terjadi di beberapa negara lain tidak seberapa bila dibandingkan dengan kerusakan yang terjadi di Aceh, tetapi hari ini saya melihat adanya kemajuan yang telah dicapai dibandingkan setahun yang lalu," katanya.

Dia menjelaskan kemajuan yang telah dicapai masyarakat Aceh setelah setahun tsunami cukup menggembirakan dimana saat ini telah banyak dibangun kembali rumah-rumah permanen dan fasilitas pendidikan serta kesehatan yang dulu rusak dan hancur oleh berbagai lembaga swadaya masyarakat baik lokal maupun internasional yang melakukan aksi kemanusiaannya di Aceh.

Dalam kunjungan ketiga ini, Clinton berkunjung ke kuburan massal korban tsunami di Mon Ikeun Kabupaten Aceh Besar setelah itu ia meninjau barak hunian sementara pengungsi di Kajhu dan Cot Paya Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. (*/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko