Bom Surabaya 2018, Indy Barends Akui Takut & Tak Aman di Negeri Sendiri!

Dhefa Mauren Roos Mary | 19 Mei 2018, 12:39 WIB
Bom Surabaya 2018, Indy Barends Akui Takut & Tak Aman di Negeri Sendiri!

Kapanlagi.com -

Bom Surabaya yang terjadi hampir seminggu yang lalu menyisakan sejumlah duka dan ketakutan dari sejumlah kalangan. Tak terkecuali kalangan artis. Contohnya saja Indy Barends.

Ditemui di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018), ia menyampaikan ketakutannya. "Kalau saya jangan dilihat dari selebriti atau public figurenya lah, saya lebih seneng dianggap sebagai masyarakat biasa. Tapi sebagai ibu, memiliki anak dan keluarga, nomor satu saya semakin takut terus terang, saya tidak menemukan ketenangan dan kenyamanan di negeri sendiri," katanya.

Indy Barends ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaIndy Barends ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Dimana itu dulu jadi jaminan saya, keluarga saya. Hidup disini adalah negara yang sangat nyaman," lanjut Indy. Bagaimana tidak, menjelang bulan ramadan yang seharusnya penuh khikmat, 3 bom meledak. Sejumlah nyawa melayang. Termasuk anak-anak sang pelaku bom yang yang turut diajak melaksanakan aksi keji tersebut.

"Takut, mungkin udah umur juga ya sama anak-anak. Tempat ibadah aja sekarang udah menjadi tempat yang menakutkan gitu, bahkan kan tempat ibadah adalah tempat dimana orang-orang ibadah sembahyang. Apalagi disini kan korbannya nggak cuma orang dewasa tapi juga anak-anak," sambung Indy.

"Saya yakin ini bukan awal ya ini akhir dari semua rasa takut yang ada. Kenapa saya bilang gitu, karena negara kita juga bukan negara yang dijamin tidak aman pemerintah dan keamanan pasti akan mengambil sikap untuk membuat negara ini aman kembali," ungkapnya tentang keresahannya akan bom di Surabaya.

"Semakin takut terus terang, bukan sebagai public figure tapi sebagai seorang ibu! Kemana-mana jadi takut, anak kesini, anak ke situ, anak mau field trip kemana akhirnya jadi takut. Mudah-mudahan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, bukan hanya jadi sebuah nama, namun bisa dibuktikan untuk bisa bersatu di kemudian hari," tutupnya.

(kpl/far/ren)

Reporter:   Fikri Alfi Rosyadi