Breaking News! JKT48 Terpaksa Kurangi Member Besar-Besaran demi Bisa Survive, Simak 5 Fakta Berikut

Selasa, 10 November 2020 20:18 WIB
Breaking News! JKT48 Terpaksa Kurangi Member Besar-Besaran demi Bisa Survive, Simak 5 Fakta Berikut
JKT48 / Credit: KapanLagi - Djoko Poerwanto

Kapanlagi.com - Pandemi covid 19 lagi-lagi 'memakan' korban dari kalangan pekerja dunia hiburan. Kali ini, idol group JKT48 yang terkena dampak besar-besaran. Dan sebenarnya, dampak itu sudah mereka rasakan sejak lama, yakni akhir Bulan Maret lalu.

Lewat akun Youtube resmi-nya, JKT48 membuat sebuah pengumuman yang begitu mengejutkan akan dampak dari covid 19 terhadap eksistensinya. Hal itu diungkap oleh Melody Nurramdhani selaku General Manajer Theater JKT48.

"Pada hari ini, ada sebuah pengumuman penting mengenai JKT48 yang harus disampaikan. Oleh karena efek pandemi covid-19 di Indonesia kegiatan JKT48 jadi sulit dijalankan sejak akhir Bulan Maret. Pertunjukan theater sempat dihentikan, handshake event dibatalkan dan banyak lagi hal yang membuat kegiatan JKT48 jadi sangat terbatas. Saat ini kami menemukan cara untuk tetap melanjutkan kegiatan, yaitu melalui live streaming pertunjukan JKT48 theater dan video call with JKT48," ungkap Melody.

1. Ratusan Orang Bekerja di Manajemen JKT48

Meski diterpa masalah berat, JKT48 terus berusaha untuk survive dengan berbagai cara. Melody pun membeberkan jika saat ini ada ratusan orang yang bekerja dalam grup tersebut dan berusaha untuk memberikan yang terbaik pada para fans.

"Terima kasih banyak karena telah terus mendukung kami di tengah waktu yang sulit ini. Dari lubuk hati yang terdalam kami sangat bersyukur memiliki para fans yang menyokong kami. Saat ini JKT48 memiliki sekitar 70 orang member termasuk siswi akademi dan kurang lebih 50 orang staff yang terus bekerja dan berusaha setiap harinya agar kami bisa memberikan energi positif kepada semua orang di Indonesia," sambungnya.

2. Kerugian dari Segi Bisnis

Meski sudah melakukan upaya terbaik, nyatanya hal itu masih tidak maksimal. Dari sisi bisnis, manajemen JKT48 mengalami kerugian yang begitu signifikan sehingga kesulitan untuk bisa terus beroperasi.

"Sampai Bulan November ini, JKT48 telah melakukan semua hal yang bisa dilakukan agar tetap bertahan hidup. Akan tetapi sejujurnya dengan dihentikannya pertunjukan teater, handshake dan konser, kami merasa bahwa tujuan sebenarnya dari JKT48 tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Walaupun semuanya telah berusaha dengan sekuat tenaga, faktanya secara bisnis, grup ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan, sehingga kami ada di posisi yang sangat-sangat sulit untuk terus beroperasi," jelas Melody.

3. Bubar Jalan Satu-Satunya?

Jika terus berjalan seperti ini, kemungkinan besar langkah yang bakal diambil manajemen adalah membubarkan JKT48. Dan tentunya wacana itu bakal menjadi sebuah kabar duka yang begitu mendalam pada para fans.

"Beberapa bulan terakhir, tim manajemen dan para stakeholder terus menerus berdiskusi, apakah sudah benar-benar tidak ada cara lain bagi JKT48 selain untuk bubar? Apakah JKT48 yang telah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai di sini? Apakah grup yang telah didukung oleh banyak orang harus selesai di sini?" tuturnya.

4. Tetap Memberikan Semangat di Masa Berat

Di atas kertas, JKT48 memang sudah seharusnya dibubarkan. Namun setelah didiskusikan lagi, JKT48 memilih untuk tetap berusaha bertahan sebisa mungkin, tentunya dengan konsekuensi yang berat.

"Saat ini, hal yang harus kami sampaikan pada fans adalah dalam keadaan ini sebenarnya JKT48 sudah tidak bisa lagi melanjutkan aktivitas dan harus berhenti. Di tengah tekanan tersebut, kami terus-menerus berpikir tentang arti keberadaan grup ini. Pada akhirnya kami sampai kembali pada kesimpulan bahwa kami ada untuk memberikan energi dan semangat untuk orang-orang di Indonesia," ungkap Melody.

"Justru karena di masa pandemi seperti sekarang ini lah kami harus menjadi keberadaan yang bisa memberikan energi dan semangat agar orang-orang dapat mengangkat kepala dari keterpurukan dan berjuang untuk masa depan," sambung mantan eks kapten JKT48 tersebut.

5. Pangka Jumlah Member

Dan pada akhir video, Melody akhirnya memberi kesimpulan jika hanya ada 1 cara yang bisa dilakukan JKT48 agar bisa bertahan. Bukan bubar, namun mereka dengan berat hati harus mengurangi jumlah member secara besar-besaran.

"Setelah berdiskusi secara terus-menerus, hanya ada 1 cara agar JKT48 bisa bertahan. Cara itu adalah pengurangan jumlah member dan staff JKT48 agar grup ini tidak bubar hanya itu satu-satunya cara. Kami memutuskan untuk melakukan perubahan skala besar atau restrukturisasi dalam grup ini. Dan ini adlaah keputusan yang sangat berat, tapi kami sudah tidak punya pilihan lagi selain membangun semuanya dari awal. Mengenai member dan rencana selanjutnya terkait hal ini akan kami umumkan lebih lanjut," tutup wanita berusia 28 tahun itu.