Bukan Anniesa Hasibuhan, Desainer Indonesia Ini Curi Perhatian di New York

Ahmat Effendi | 17 Februari 2018, 11:45 WIB
Bukan Anniesa Hasibuhan, Desainer Indonesia Ini Curi Perhatian di New York

Kapanlagi.com - New York Fashion Week (NYFW) 2018 baru saja di gelar di kota New York. Sejumlah desainer dari berbagai negara, memperlihatkan karya-karyanya di acara fashion paling bergengsi itu.

Dari sejumlah desainer yang hadir di acara NYFW 2018, ada satu perancang busana yang menjadi pusat perhatian, yaitu Vivi Zubedi. Desainer Muslim asal Indonesia ini berhasil membuat ratusan tamu NYFW 2018 terpukau.

Mengusung tema Urang Banua, 34 koleksi desainer asal Kalimantan ini terdiri dari abaya yang terbuat dari tenun khas Kalimantan yakni sasirangan dan pagatan, dipadukan dengan topi bergaya bisbol yang hits di Amerika.

Dalam ajang NYFW 2018 ini, Vivi memang ingin memperlihatkan budaya Kalimantan lewat koleksinya tersebut. Selain itu, Vivi juga merasa prihatin dengan kehidupan para perajin kain sasirangan dan tenun pagatan yang masih jauh dari kata sejahtera.

Karya Vivi Zubedi di New York Fashion Week 2018. cr: dokumentasi pribadiKarya Vivi Zubedi di New York Fashion Week 2018. cr: dokumentasi pribadi

"Jika keadaan ekonomi seperti itu terus berlangsung, saya khawatir kelak warisan budaya kita sedikit demi sedikit akan punah. Logikanya, untuk apa bertahan pada hal-hal yang tidak memberikan kesejahteraan hidup? Pasti akan berpalinglah dari sana, lalu menggeluti jalan lain yang memberikan mereka kesejahteraan," kata Vivi, belum lama ini.

Lewat ajang NYFW 2018, Vivi yakin bisa mempopulerkan keindahan kain-kain Kalimantan ke mancanegara. Menurutnya, jika kain-kain di Tanah Air bisa mendunia, bisa menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

"Jika mata dunia bisa menerima karya ini, kenapa mata nasional tidak bisa? Ini kan sebuah kebanggaan untuk kita sebagai bangsa Indonesia?," kata Vivi.

Vivi merupakan satu-satunya desainer Indonesia yang memamerkan koleksinya di ajang fashion paling bergengsi di kota New York di tahun 2018 ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, nama Anniesa Hasibuan sempat menjadi wakil Indonesia di ajang tersebut. Namun sayang Anniesa sendiri terjerat kasus First Travel dan hingga saat ini masih mendekam di tahanan.

"Saya berharap kesempatan memamerkan koleksi di ajang bergengsi ini bisa membantu mengangkat citra kain tenun Kalimantan di mata dunia dan membantu para pengrajinnya," tandas Vivi.

(kpl/far/sjw)

Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

TOPIK TERKAIT