Bukan Roy Kiyoshi, Jordi Onsu Laporkan Pemilik Akun yang Fitnah Usaha Geprek Bensu

Tyssa Madelina | Selasa, 12 November 2019 15:47 WIB
Bukan Roy Kiyoshi, Jordi Onsu Laporkan Pemilik Akun yang Fitnah Usaha Geprek Bensu

Kapanlagi.com - Kabar kurang sedap menimpa Ruben Onsu dan adiknya, Jordi Onsu. Usaha ayam geprek yang mereka rintis tiba-tiba dituding isu pesugihan oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Tak berhenti sampai di situ, oknum tersebut juga mencatut video perbincangan Roy Kiyoshi dan Robby Purba yang membahas soal pesugihan di dunia kuliner. Mereka yang awalnya tak menyebut nama justru ikut terseret dalam kasus ini.

Kendati demikian, Jordi Onsu menegaskan kalau ia hanya akan melaporkan channel Youtube Hikmah Kehidupan. "Bukan Roy Kiyoshi, akunnya yang kita laporkan," ujar Jordi Onsu, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

"Kita melaporkan akun Youtube-nya, tadi saya katakan ada nuansa fitnah dan pencemaran nama baik. Nanti kita lihat perkembangannya," timpal sang pengacara, Minola Sebayang.

1 dari 2 halaman

1. Nama Baik Tercemar

Jordi Onsu merasa geram lantaran akun Youtube tersebut memasang foto kakaknya sebagai thumbnail. Ia pun berusaha mengusut tuntas kasus itu karena sudah mencemarkan nama baik usahanya.

"Media lain kan menggunakan inisial, di mana inisial tersebut bisa terjadi kemungkinan nama-nama lain. Nah kalau ini sudah menggunakan foto jelas juga dengan judul yang ada nama jelasnya di dalem. Lho ini kan menggiring opini publik ke arah yang tidak baik," tegasnya.

2 dari 2 halaman

2. Bentuk Tanggung Jawab

Bukan tanpa alasan kenapa Jordi Onsu dan kakaknya memilih jalur hukum sebagai penyelesaian masalah tersebut. Pasalnya, ia selaku pebisnis merasa bertanggungjawab kepada konsumen atas kelayakan makanan yang mereka konsumsi.

"Jadi gini, laporan ini juga merupakan bentuk tanggungjawab kami kepada konsumen. Karena kalau misalnya kita tidak laporan, jangan-jangan konsumen yang sekarang jadi pelanggan setianya Geprek Bensu jadi khawatir. Jadi dengan kita mengambil langkah hukum ini sekaligus pemberitahuan kepada seluruh pelanggan kami agar mereka paham bahwa usaha ini tidak dilakukan dengan cara-cara yang sesat pakai pesugihan atau apapun namanya," tandasnya.

(kpl/apt/tmd)


↑