Bukan Sekedar Sensasi, 'Mutha Futha' Denada Adalah Curahan Hati

Guntur Merdekawan  | 16 Januari 2018, 09:15 WIB
Bukan Sekedar Sensasi, 'Mutha Futha' Denada Adalah Curahan Hati

Kapanlagi.com - Di tengah-tengah industri musik yang kurang bergairah dalam beberapa waktu terakhir, Denada muncul dengan sebuah gebrakan yang cukup sensasional. Wanita bernama asli Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu kembali ke jalur musik hip hop (setelah sempat mencoba dangdut) dan merilis 2 video klip yang cukup kontroversial.

Belum cukup bikin publik geger dengan tampilan sensualnya di De Nada, janda 1 anak ini merilis klip baru lagi yang bertajuk Mutha Futha. Lagu ini sangat kental dengan alunan musik electronic dan hip hop, di mana Denada kembali membuktikan jika dirinya pantas dilabeli sebagai salah satu rapper wanita terbaik di Tanah Air.


Video by: DENADA OFFICIAL

Permasalahannya adalah visual dari Mutha Futha yang cukup sensual dan berani. Denada beberapa kali menunjukkan beberapa adegan yang bisa dibilang '17 tahun ke atas'. Goyangannya tak kalah sensual, pun dengan outfit super ketat-nya yang membuat lekukan tubuhnya terlihat jelas.

Gara-gara hal itu, sebagian besar orang 'gagal fokus' dan lebih memilih untuk mengomentari visual lagunya ketimbang musik dan juga makna lirik yang tersirat di dalamnya. Berbagai macam hujatan tak berhenti datang pada wanita berusia 39 tahun itu.

Denada dihujat gara-gara video klip 'Motha Futha' / Credit: @denadaindonesiaDenada dihujat gara-gara video klip 'Motha Futha' / Credit: @denadaindonesia

Namun suka atau tidak, mari sisihkan tentang video klipnya terlebih dahulu. Kita bahas tentang musik dan juga lirik dari Mutha Futha, yang sebenarnya sangat patut mendapat apresiasi. Seperti diketahui, Denada menggabungkan 2 bahasa dalam lagu Mutha Futha, yakni Inggris dan Batak.

Kebanyakan lagu hip hop modern berisi lirik yang sensual dan juga dibumbui dengan kata-kata umpatan kasar, namun Mutha Futha tidak. Denada sepenuhnya 'curhat' mengenai kehidupan, karir dan keluarganya pada lagu berdurasi 4 menitan itu.

Salah satu adegan di klip 'Motha Futha' / Credit: @denadaindonesiaSalah satu adegan di klip 'Motha Futha' / Credit: @denadaindonesia

Dari judulnya, Mutha Futha, mungkin sekilas terdengar seperti umpatan kasar, namun arti sebenarnya adalah Mother Father alias Ibu dan Bapak. Pada intinya, Denada memang bercerita mengenai statusnya sebagai seorang single mother, di mana Ia harus merawat buah hatinya, Shakira Aurum seorang diri, pasca perceraian dari Jerry Aurum.

"Aku adalah seorang ibu dan seorang ayah. Dan mengenai anakku, jika kamu mendorongku, aku akan mendorongmu lebih keras. Aku punya skill, untuk membayar semua kebutuhan. Aku punya keluarga untuk diberi makan dan reputasi untuk dijaga. Meski kamu menjatuhkanku, akan berdiri lagi dengan kedua kakiku. Bekerja setiap malam untuk membayar hutang-hutangku. Aku punya anak untuk aku besarkan sendiri. Coba berada di posisiku, atau tinggalkan aku sendiri," beberapa penggalan lirik Mutha Futha jika diartikan dalam Bahasa Indonesia.

Denada tak takut siapapun! / Credit: @denadaindonesiaDenada tak takut siapapun! / Credit: @denadaindonesia

Uniknya, di penghujung lagu, bintang sinetron Nyari Bini itu menambahkan beberapa penggal Bahasa Batak ke dalam lagunya. Dan bagian itu adalah pesan Denada pada para haters yang selama ini selalu berkomentar pedas padanya.

"Dedicated TO ALL THE HATERS. Cuma saya sama anak perempuanku, yang membuat senang hatiku. Saya perempuan Batak. Saya tidak takut sama siapapun. Itu nasehat buat kalian semua," ujar Denada dalam Bahasa Batak.

Denada balik ngerap! / Credit: @denadaindonesiaDenada balik ngerap! / Credit: @denadaindonesia

Sementara untuk musiknya sendiri? Sangat kece! Denada kembali ke jalur hip hop dan ngerap seperti sedia kala, namun mulai menggabungkan beberapa elemen elektronik yang sangat modern. Pada beberapa bagian, dijamin kalian bakal ikutan ajeb-ajeb mengikuti irama lagunya.

Tanpa bicara mengenai visual klipnya, apa pendapat KLovers mengenai lirik dan juga musik dari Mutha Futha?

(kpl/gtr)

Editor:  

Guntur Merdekawan