Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Bukanlah Aksi Kriminal, Pihak Komnas Perempuan Ingin Hentikan Kasus Pornografi Dinar Candy

Sabtu, 07 Agustus 2021 11:32 WIB
Bukanlah Aksi Kriminal, Pihak Komnas Perempuan Ingin Hentikan Kasus Pornografi Dinar Candy
Dinar Candy © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Seperti yang kita ketahui, belakangan ini, Dinar Candy telah menjadi sorotan karena ia beberapa hari lalu melakukan aksi mengenakan bikini di pinggir jalan. Aksi tersebut membuat Dinar menjadi tersangka namun tidak ditahan.

Melihat kasus Dinar Candy yang menyuarakan keluh kesahnya atas perpanjangan PPKM sampai stres, membuat Pihak Komnas Perempuan untuk meminta kepolisian menghentikan dugaan pornografi.

Hal yang dilakukan oleh Dinar Candy bukanlah aksi kriminal, maka dari itu Pihak Komnas Perempun meminta untuk melihat kasus Dinar Candy yang memakai bikini hanya sebagai ekspresi protes tentang perpanjang PPKM.

"Yang berhak menjatuhkan vonis itu kan memang 'hakim'. Tapi yang Komnas perempuan minta atau rekomendasikan, kita mungkin harus melihat kasus ini tidak hanya dari aspek DC, ini memakai bikini ya untuk mengekspresikan ininya (protesnya). Tapi latar belakang mengapa ia melakukan," ujar Siti Aminah, Komisioner Komnas Perempuan, dilansir dari Detikcom, Jumat (6/8).

"Kalau yang aku baca kemarin DC ini melakukannya karena dia tertekan dengan perpanjangan PPKM. Karena dia stres, kita melihat ini bahwa Pandemi ini terjadi, ketika PPKM diperpanjang ini juga memberikan tekanan kepada individu-individu yang bentuknya mungkin bisa berbeda satu sama lain. Cara penyelesaiannya berbeda satu sama lain dan kondisi Pandemi ini kita harus mengakui bahwa ini juga mempengaruhi kesehatan mental setiap orang," lanjutnya.

1. Tak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum

Selain itu, kasus yang dilakukan oleh Dinar Candy melakukan aksinya dengan mengenakan bikini di pinggir jalan, menurut Komnas Perempuan tak perlu untuk dibawa ke ranah hukum.

Komnas Perempuan sendiri mempunyai harapan agar kasus Dinar untuk dihentikan dan tidak dilanjutkan, jika adanya hukuman terhadap DJ cantik ini merupakan tidak adanya keadilan dalam hukum.

"Sebenarnya nggak ada yang salah, berbahayanya juga berbahaya di mana. Itulah, kalau perdebatan kesopanan, kesusilaan, moralitas, ketelanjangan itu kan multitafsir ya. Kayak pornografi itu sendiri. Tapi kan memang seharusnya kita bisa menenggang rasa sih, Bukan kepada aturan hukumnya," ujar Siti.

"Jadi Komnas perempuan mengharapkan kasus ini tidak dilanjutkan, dihentikan gitu ya karena bagaimanapun ini akan tidak fair dengan ancamannya yang sampai 10 tahun. Dan kita tahu sebenarnya undang undang pornografi itu juga dalam sejarah penyusunannya ini juga perdebatannya panjang gitu ya," lanjutnya.

2. Wajib Lapor

Dinar Candy kini menjadi tersangka kasus dugaan pelanggaran pornografi. Dirinya oleh pihak polres pun dijadwalkan untuk lakukan wajib lapor.

Biasanya, wajib lapor dilakukan tersangka pada Senin dan Kamis setiap minggunya, hal itu dilakukan hingga berkas perkara lengkap dan siap disidangkan.

"Nanti dijadwalkan. Biasanya sih Senin dan Kamis," ujar Azis saat ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (6/8).