Cerita JFlow Sukses Bujuk Jokowi Ngerap di Istana Bogor

Guntur Merdekawan | 26 April 2018, 12:45 WIB
Cerita JFlow Sukses Bujuk Jokowi Ngerap di Istana Bogor

Kapanlagi.com - Jokowi dikenal sebagai presiden yang menggilai musik rock dan metal. Dan siapa sangka jika orang nomor 1 Indonesia itu ternyata juga bisa ngerap? Ya, di hadapan para Youtuber dan konten kreator, Jokowi melantunkan satu bait lirik dengan gaya rap yang santai. Momen langka itu terjadi di pelataran Istana Bogor.

Jokowi kala itu tak sendirian. Ia ngerap sambil diiringi music beatbox oleh rapper kondang Tanah Air, JFlow. Tentu saja aksi sang presiden itu langsung jadi viral. Presiden mana yang bisa ngerap kayak Jokowi? :)

"Jokowi itu kan care sama dunia kreatif, sama generasi muda dan dia salah satu kebanggaan Indonesia adalah dari dunia digital. Dia udah bilang yang akan bikin Indonesia bangkit dan dikenal dunia itu dari dunia digital, makanya kemarin dia ngajak ketemunya sama orang-orang dari dunia digital," jelas JFlow ketika ditemui di acara XYZ Day 2018, Rabu (25/4).

A post shared by JFLOW (@jflowrighthere) on Apr 23, 2018 at 5:48am PDT

Lebih jauh, Jflow menjelaskan bagaimana dirinya bisa membujuk seorang Jokowi untuk ngerap. Pria asal Solo itu awalnya ragu-ragu, namun keinginannya untuk mempelajari hal baru membuatnya memberanikan diri untuk ngerap. Meski awalnya sedikit berantakan, namun pada akhirnya beliau berhasil ngerap dengan baik.

"Itu pas kita lagi ngobrol berdua sih, jadi gua nggak di depan orang gua nanya, 'Pak saya mau challenge nih gimana?'. Dia bilang, 'Waduh kamu ini ada-ada aja' kayak gitu. 'Nggak apa-apa ya, kan bisa lah bapak, ini gampang pak. Jauh lebih susah jadi presiden kok pak', terus dia jawab sambil nepuk pundak, 'Ya udah, saya pokoknya diajarin. Saya orangnya mau belajar'. Pak Jokowi kan gitu, dia pokoknya diajarin dia orangnya mau belajar. Akhirnya terjadilah," kenang JFlow.

"Dia sampe minta diulang tuh, waktu yang pertama kali kan masih berantakan banget tuh, terus dia bilang, 'Aduh tadi masih jelek banget, harusnya ini dua minggu latihan. boleh sekali lagi?', tapi akhirnya ada versi yang lebih benernya," pungkasnya.

(kpl/adb/gtr)

Reporter:  

Adhib Mujaddid