Ceritakan Masa Lalu, Awkarin Beri Pengakuan Pernah Menderita Mental Depression

Galuh Esti Nugraini | Selasa, 23 Oktober 2018 15:05 WIB
Ceritakan Masa Lalu, Awkarin Beri Pengakuan Pernah Menderita Mental Depression

Kapanlagi.com - Terlepas bagaimana sosok ini Awkarin yang selama ini dikenal, ternyata ia pernah mengalami penderitaan. Ia pernah merasa begitu depresi dalam hidupnya. Semua ia ungkap dan utarakan ke publik secara gamblang.

Bagaimana dirinya menghadapinya hingga apa yang ia rasakan kala itu. Awkarin saat kecil memang dididik sebagai anak yang disiplin. Meski berada di keluarga yang berkecukupan, tak serta merta buatnya gampang memperoleh barang yang ia mau.

"Mereka (orangtua Karin) pasti bakal bilang gini jangan lihat temen-temenmu yang di atas Karin, coba lihat saudara-saudara mu yang di bawah. Yang buat makan aja susah, apalagi buat beli HP. Buat sekolah aja duit nggak ada, itu yang selalu mereka bilang ketika aku minta barang-barang mewah atau sekedar ikutan anak-anak," ungkap Karin dalam video yang diunggahnya di YouTube.

Maka dari itu jika ingin mendapatkan apa yang di mau, pasti harus berikan timbal balik, yaitu prestasi. Dari adanya keinginan barang tersebutlah, buat Karin terus belajar hingga selalu ranking satu di kelasnya.

Berkat didikan kedua orangtuanya, Karin tumbuh menjadi diri yang kuat dan tidak manja. Ia begitu terima kasih dengan didikan yang diberikan. Baginya itu adalah didikan terhebat.

1 dari 2 halaman

1. Depresi Ketika SMA

Namun begitu, ia juga pernah merasakan apa yang namanya mental depression. Kejadiannya ketika Karin di bangku SMA. Bahkan kala itu ia harus bolak balik ke rumah sakit.

"Waktu SMA depresi aku kebanyakan karena aku mikir ini itu. Aku takut kehilangan sesuatu, bisa jadi itu orang, nggak harus pacar, seseorang mungkin sahabat temen atau kehilangan keluarga atau siapapun itu intinya aku takut kehilangan sesuatu. Situasi momen itu juga apa yang aku punya takut kehilangan. Aku juga takut tergantikan terus aku juga takut nggak jadi yang terbaik buat semua orang," curhat Karin.

Sayangnya dia juga kala itu tidak begitu tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. selama dua tahun Karin merasa bingung dengan dirinya sendiri dan apa seharusnya yang ia perbuat. Padahal lebih banyak sharing dengan orang terdekat sudah cukup membantu.

Karin merasa takut dipikir gila oleh para keluarga dan sahabat. Maka dari itu ia menyimpannya sendiri. Sampai akhirnya dari usaha yang sendiri dengan sesuatu yang positif, seperti mendengar motivasi.

2 dari 2 halaman

2. Pernah Dituduh Penyebab Kematian

Pernah Dituduh Penyebab Kematian Awkarin ceritakan masa lalunya (credit: YouTube.com, channel Karin Novilda)
Setelah lama menghilang, depresi tersebut kembali muncul karena sebuah peristiwa. Dirinya dituduh menjadi penyebab kematian seseorang. Padahal tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal mengingat orang tersebut adalah orang yang Karin sayang.

"Semua orang nunjuk aku sebagai penyebab kematian dari seseorang. Tanpa tahu kebenarannya kalian semua nunjuk aku bahwa aku yang menyebabkan kematian seseorang. Dengan semua kabar yang beredar, walaupun aku tahu dan orang-orang terdekatku tahu bahwa itu tidak benar," jelas Karin.

Perasaan Karin kala itu begitu terpukul. Apalagi tak hanya satu dua orang yang berikan tuduhan tersebut namun juga hampir semua orang di Indonesia. Tak hanya itu saja namun juga manajemennya yang terdahulu.

Padahal Karin berharap para teman satu manajemennya itu berikan support untuknya. Malah yang ada menusuk dirinya. Hingga membuat pemikiran orang seperti ini, "manajemennya nge-blok Karin, berarti Karin yang salah".

Dengan banyaknya masalah yang menerpa dirinya, membuat Karin menjadi sosok yang lebih kuat. Ia melakukan intropeksi dan berbenah diri. Untungnya ia selalu ditemani para sahabat yang selalu ada buatnya.

(kpl/gen)


↑