Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Chandra Liow Buka Suara Soal Dugaan Tindak Kekerasan Kepada Mantan Kekasihnya

Rabu, 05 Oktober 2022 15:47 WIB
Chandra Liow Buka Suara Soal Dugaan Tindak Kekerasan Kepada Mantan Kekasihnya
YouTuber Chandra Liow bantah tudingan tindak kekerasan terhadap mantan kekasihnya - Credit: instagram.com/chandraliow

Kapanlagi.com - Chandra Liow, YouTuber sekaligus aktor dan sutradara Tanah Air sedang jadi sorotan karena dugaan tindak kekerasan kepada Indra Ayu Maharani, mantan kekasihnya.

Tudingan tersebut bermula dari pernyataan mantan kekasih melalui unggahan Twitter pribadinya belum lama ini yang mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami tindakan kekerasan dari beberapa orang terdekatnya, termasuk mantan kekasihnya.

"Pengalaman abusiveku selama ini: ayahku sendiri kasih golok ke aku dan nampar, mukul, nendang, dari kecil. Mantan waktu di Melbourne. Bawa pisau ke aku dan nampar," tulis Indra Ayu.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

Dituding melakukan kekerasan kepada mantan, Chandra Liow akhirnya buka suara.

1. Tidak Benar

Gambar

Melalui unggahan di kanal Instagram pribadinya, pria 29 tahun itu menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar adanya.

"Saya mendapati rumor yang tersebar di sosial media Twitter, yang secara tidak bertanggung jawab telah menggiring opini dan mengasosiasikan saya dengan hal 'abuse' dan sebagainya," tulis Chandra Liow

"Dengan ini, saya siap memberikan klarifikasi bahwa semua tuduhan itu TIDAK BENAR," lanjutnya

2. Berencana Lakukan Konferensi Pers

Gambar

Tidak berhenti sampai di sana, Chandra Liow akhirnya mengambil langkah untuk menggelar konferensi pers atas tuduhan yang didapatkannya itu pada Minggu (2/10) pukul 20.00 WIB. Di sana, ia siap menyertakan beberapa bukti berupa foto maupun chat yang dilampirkan oleh sang mantan di media sosial.

Namun rencana konferensi pers yang diagendakan pada Minggu (2/10) kemarin malam batal digelar. Dari informasi yang diterima awak media, alasan dari penundaan tersebut sebagai bentuk empati Chandra Liow terhadap Tragedi Kanjuruhan.