Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Curhat pada Nana, Penonton 'BUKU HARIAN SEORANG ISTRI' Ini Ungkap Kesedihan Menjadi Anak Hasil Perzinahan

Editor KapanLagi.com   | Kamis, 11 November 2021 15:40 WIB
Curhat pada Nana, Penonton 'BUKU HARIAN SEORANG ISTRI' Ini Ungkap Kesedihan Menjadi Anak Hasil Perzinahan
BUKU HARIAN SEORANG ISTRI (Credit: instagram.com/bukuharianseorangistri.sctv)

Kapanlagi.com - Sinetron BUKU HARIAN SEORANG ISTRI telah berhasil menempati hati penonton SCTV. Betapa tidak, selain kerap raih rating tinggi, sinetron ini juga berumur panjang. Ya, BUKU HARIAN SEORANG ISTRI setidaknya sudah tembus 300 episode.

Tak heran juga banyak pemirsa yang ikutan baper. Kini, para pecinta BUKU HARIAN SEORANG ISTRI bisa menuangkan curhatannya. Buat yang baper sama lika-liku cinta Nana dan Dewa juga bisa banget ikut curhat.

Salah satu curhatan pemirsa yang menarik baru-baru ini adalah tentang kisah seorang anak perempuan  yang menemukan fakta bahwa ia merasa terlahir sebagai anak hasil perzinahan. Ia merasa tak punya siapa-siapa untuk dapat menuangkan segala keluh kesahnya. Melalui Nana, ia mencurahkan segala isi hatinya. Ia adalah seorang remaja perempuan bernama Alya (@naurarafalya).

"Saking hancurnya saya sudah tidak punya semangat hidup, saya pernah berapa kali mencoba melalukan percobaan bunuh diri," ungkapnya. Alya menyalahkan dirinya sendiri usai orang tuanya memberitahu fakta sebenarnya mengenai kelahirannya. Ia makin diterpa kenyataan yang membuat batinnya tertekan.

1. Apa saya anak yang tidak pernah diharapkan?

Gambar

Curhatannya ia mulai dengan perkenalan diri dan juga menceritakan bagaimana asal-usul ia menemukan fakta mengejutkan tentang kelahirannya.

"Saya Naura Rafalya Yasrul biasa di panggil alya, saya anak dari hasil perzinaan yang biasa saya menganggap diri ku sendiri ANAK HARAM. Di saat umur ku masih 11 tahun, saya mengetahui kalau saya adalah anak haram karna tanpa di sengaja saya melihat undangan pernikahan orang tau saya. Di undangan itu tertulis tanggal akad 28 September 2004 dan saya lahir 29 November 2004 jarak yang sangat dekat, saat saya mengetahui itu hidup ku seketika hancur selama bertahun tahun saya tersiksa sama pertanyaan - pertanyaan yang ada di pikiran ku.

Apa saya anak haram? Apa saya anak pungut? Apa saya anak yang tidak pernah di harapkan? Di saat umur ku 16 tahun mama ku memberi tau kalau saya adalah anak dari kesalahan di saat saya mendengar itu, hidup ku hancur, sehancur hancurnya."

Sangking pelik pikirannya di usia muda yang mengetahui bahwa kelahirannya bukanlah hal yang ia inginkan, Alya sempat melakukan percobaan bunuh diri karena ia menyalahkan dirinya sendiri dan merasa menjadi anak yang tak diinginkan.

"Saking hancurnya saya sudah tidak punya semangat hidup, saya pernah berapa kali mencoba melalukan percobaan bunuh diri. Di saat semua orang melihat saya adalah anak yang ceria, suka bikin mereka ketawa dengan tingkah bodo saya tetapi tidak ada satu pun yang tau kalau sebenarnya saya sudah hancur, bahkan orang tua saya tidak tau kalau saya belum bisa menerima hidup saya."

Sebagai anak pertama, Alya merasa harus lebih kuat dibanding adik-adiknya, meski dalam hatinya ia menginginkan sesosok kakak yang mengayominya dan menjadi tempat mengeluh segala hiruk-pikuk masalahnya.

"Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Saya selalu pengen punya sosok kaka perempuan yang bisa di Jadi kan tempat curhat, karna saya tidak punya siapa pun yang bisa di Jadi kan tempat curhat, walaupun saya punya pacar tapi tetap saja pasti tidak semua bisa di cerita kan. Sebenarnya saya masih banyak yang pengen saya ceritakan tapi kepanjangan nanti. Makasih sudah mau mendengar cerita saya. Semoga kak nana (kak zoe) baca yaa."

Curhatan ini begitu menarik, sebab Alya berani mengungkapkan hal pelik yang ia alami di usia muda, di saat ia tak seberuntung anak-anak seusianya, ia masih bersikap ceria di hadapan teman-temannya, meskipun dalam hati dan kepalanya, ia begitu banyak menyimpan gundah dan rasa bersalah. Alya tak bersalah, Alya adalah korban dari orang tua yang egois. Segala dosa dan noda orang tuanya tak melekat pada Alya yang lahir sebagai mahkluk yang suci. Kamu adalah anak hebat, Alya! Tetaplah bersinar dan gapai apa yang kamu inginkan dalam hidupmu.

Pemirsa KLovers dari segala usia yang punya pengalaman dan kisah yang sama seperti  Alya, mungkin bisa bantu beri pendapat dan solusi terbaikmu menghadapi kehidupan yang tak seberuntung orang lain di kolom komentar ya!

Selain curhatan di atas, ada banyak curhatan pemirsa yang bakal tayang di KapanLagi.com. Pantengin terus ya! Tak hanya itu, problem dan drama yang tak kalah seru juga hadir di sinetron BUKU HARIAN SEORANG ISTRI. KLovers wajib banget tonton sinetron tersebut setiap hari pukul 21.30 WIB di SCTV!

Editor:   Editor KapanLagi.com