Curhatan Yulia Baltschun Tentang Bayinya yang Meninggal di Usia 6 Bulan

Guntur Merdekawan | Rabu, 31 Juli 2019 21:08 WIB
Curhatan Yulia Baltschun Tentang Bayinya yang Meninggal di Usia 6 Bulan

Kapanlagi.com - Bulan Juni lalu, sebuah kabar sedih datang dari Youtuber dan influencer Yulia Baltschun. Bayinya yang bernama Kaola (6 bulan) meninggal dunia secara mendadak, tanpa ada peringatan atau tanda-tanda apapun. Setelahnya, Yulia pun 'menghilang' dari seluruh media sosial untuk menenangkan diri.

Dan setelah sebulan lamanya, Yulia akhirnya muncul lagi. Merasa sudah lebih baikan, Ia akhirnya memberanikan diri untuk bercerita tentang kepergian sang buah hati yang begitu tak disangkanya tersebut.

"Cerita singkatnya anak aku sehat, lagi tidur dan nggak ada apa-apa. Tiba-tiba cuman aku tinggalin berapa menit dan dia udah nggak ada (meninggal)," kata Yulia pada sebuah video yang dipostingnya di Youtube.

1 dari 4 halaman

1. Sindrom Kematian Mendadak

Sindrom Kematian Mendadak Yulia Baltschun dan Baby Kaola / Credit: Instagram - yuliabaltschun
Yulila rupanya sempat membawa Kaola ke rumah sakit untuk diperiksa. Dan menurut dokter, anak Yulia mengalami sindrom kematian mendadak atau yang biasa disebut SIDS dalam dunia kedokteran. Sindrom ini memang kerap terjadi pada seorang anak di bawah umur.

"Kata dokter, kemungkinan besar anakku meninggal karena SIDS, sindrom mati mendadak pada bayi. Kalian bisa baca lebih detail. Sindrom mati mendadak bayi itu masih kemungkinan, ada kemungkinan lain," sambung finalis MasterChef Indonesia 4 itu.

2 dari 4 halaman

2. Berbagi Tips Tentang Cara Hindari SIDS

Pada videonya itu, Yulia menegaskan jika dirinya tak ingin terlalu banyak membahas tentang kepergian Kaola. Pada intinya, Ia lebih ingin berbagi tips mengenai penanggulangan yang bisa dilakukan untuk menghindari SIDS pada anak.

"Yang pertama, kalau lagi hamil, atau punya bayi di bawah satu tahun lebih baik perbanyak pengetahuan tentang SIDS. Kalau perlu tanya ke dokter. Apa penyebab, apa yang harus dilakukan, sebisa mungkin di-prepare, punya knowledge lebih mending daripada panik nggak jelas," jelasnya.

3 dari 4 halaman

3. Belajar CPR

Belajar CPR Baby Kaola / Credit: Instagram - yuliabaltschun
Lebih jauh, Yulia menyarankan agar semua orang mulai belajar cara untuk melakukan CPR (Cardiopulmonary rescucitation). Pengetahuan ini sangat penting, mengingat banyaknya kasus orang yang tiba-tiba collapsed atau pingsan karena ada kelainan pada jantungnya.

"Misalnya ada anggota keluarga yang collapsed bukan berarti dia akan meninggal, di kedokteran ada kondisi jantung yang ngehang. CPR ini membantu me-restart jantungnya lagi. Banyak kasus orang yang collapsed setelah main badminton, main game, seks. Jadi CPR ini bukan hal sepele untuk dipelajari," tutup Yulia.
4 dari 4 halaman

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑