Daniel Mananta Hadiri Upacara Bendera di Istana Negara, Ini Makna Kemerdekaan Baginya

Louvina Gita | Sabtu, 17 Agustus 2019 17:15 WIB
Daniel Mananta Hadiri Upacara Bendera di Istana Negara, Ini Makna Kemerdekaan Baginya

Kapanlagi.com - Hari ini (17/8) Indonesia genap berusia 74 tahun. Upacara bendera jadi satu hal wajib yang diselenggarakan, termasuk di Istana Negara. Tidak hanya jajaran menteri yang hadir, tapi juga sederet publik figur Tanah Air. Salah satunya adalah Daniel Mananta.

VJ ganteng satu ini didapuk menjadi satu diantara 4 pembawa acara yang menerima kehormatan untuk memandu jalannya upacara bendera di Istana Negara pagi tadi. Memaknai kemerdekaan, Daniel nyatanya punya pandangan sendiri.

Bisa menikmati hasil perjuangan para pahlawan kini membuat Daniel akhirnya mempertanyakan apa yang sudah ia lakukan untuk Indonesia selama ini.

"Makna kemerdekaan buat gue adalah, gue jujur lahir di sebuah waktu yang Indonesia sudah merdeka. Jadi gue nggak perlu memperjuangkan kemerdekaan gue sendiri. Tapi sekarang ini pertanyaannya adalah apa yang gue lakukan dengan kemerdekaan gue?" tuturnya saat dijumpai di kawasan Jakarta Barat tempo hari.

 

1 dari 3 halaman

1. Maknai Kemerdekaan

Maknai Kemerdekaan Daniel Mananta hadiri upacara bendera di Istana Negara. (credit: instagram.com/vjdaniel)
Bagi Daniel, hidup di dunia yang bebas dari penjajahan seperti sekarang ini justru membuat kita harus memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa.

"Gue merasa sekarang dengan kita mempunyai kemerdekaan untuk berkreasi, kita bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Karena kita nggak perlu challenge ada negara lain yang lagi menjajah kita," ujarnya.

Daniel menganggap saat ini masyarakat sering terpecah belah. Padahal penjajah sudah tak lagi berada di negara ini. "Kita banyak banget dibelah, diadu domba gara-gara ya perbedaan politik lah, perbedaan agama, suku atau apa," katanya.

"Dan kita bukan lagi saat ini dijajah tapi sebagai orang merdeka kenapa kita nggak bisa saling bertoleransi, apakah kita harus punya satu musuh yang sama sehingga kita bersatu lagi," sambung pria 38 tahun itu.

2 dari 3 halaman

2. Berharap Toleransi Makin Kuat

Di usia Indonesia yang sudah 74 tahun ini, Daniel berharap agar rasa toleransi semakin kuat. "Mudah-mudahan biarpun kita nggak punya satu musuh, tapi kita bisa mempunyai sebuah rasa toleransi yang sangat kuat. Kita bisa mengerti esensi dari rasa menghormati," pungkasnya.

Daniel pun menceritakan pengalaman masa kecilnya saat lomba 17 Agustus digelar. Ia mengaku selalu menjadi penonton panjat pinang bersama ibundanya. "Gue suka banget nonton sama bokap gue lomba panjat pinang," kenangnya.

3 dari 3 halaman

3. Esensi Panjat Pinang

Menurutnya, panjat pinang punya satu makna yang penting yaitu gotong royong. Hal itu pun membuatnya merasa bila panjat pinang adalah simbol bagi Indonesia.

"Lo bayangin ya misalnya lo sendirian dan lo manjat dan ambil hadiahnya, lo nggak mungkin bisa. Jadi esensi dari panjat pinang adalah gotong royong. Itu dia kenapa menurut gue sampai hari ini panjat pinang adalah simbol yang sangat indah banget untuk Indonesia," pungkasnya.

Sayangnya selama ini ia tak pernah menjadi peserta lomba panjat pinang. "Nggak pernah sama sekali. Nggak pernah ada yang suruh. Haha. Tapi pengin," tutupnya.

(kpl/rhm/lou)


Reporter:  

Nuzulur Rakhmah

↑