Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Dari Avicii hingga Jonghyun, Ini 5 Album Musik yang Dirilis setelah Sang Musisi Meninggal Dunia

Jeffrey Winanda   | Rabu, 29 September 2021 07:39 WIB
Dari Avicii hingga Jonghyun, Ini 5 Album Musik yang Dirilis setelah Sang Musisi Meninggal Dunia
(c) Instagram/avicii, jonghyun.948

Kapanlagi.com - Hadirnya album adalah salah satu pencapaian yang diharapkan para pelaku di industri musik. Buah karya yang diciptakan secara konstruktif dalam kurun waktu lama tersebut menjadi sebuah miletstone yang akan selalu dikenang para fans.

Namun, situasi terburuk bisa saja hadir di momen yang nggak tepat. Beberapa musisi besar dikabarkan meninggal di saat sedang produktif menggarap karya barunya.

Nggak jarang, pihak manajemen musik merilis album terakhir untuk menghormati sang musisi yang meninggal dunia. Dikenal sebagai posthumous album, ini musisi muda berbakat yang albumnya dirilis setelah dirinya meninggal dunia.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. CIRCLES - MAC MILLER

Memulai debutnya sebagai rapper di usia 15 tahun, Mac Miller langsung menjadi sensasi di skena hip hop. Mantan kekasih Ariana Grande tersebut telah merilis 5 album sebelum dirinya ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada 7 September 2018.

Album yang dirilis sebelum meninggal yaitu SWIMMING bahkan dinominasikan dalam Best Rap Album di Grammy Award. Namun dirinya tak bisa menikmatinya lantaran telah meninggal. Pada 2020 lalu, sebuah posthumous album bertajuk CIRCLES dirilis Warner Music untuk menghormati Mac Miller.

2. LEGENDS NEVER DIE - JUICE WRLD

Muda dan bertalenta, Juice WRLD digadang-gadang akan menjadi rapper yang diantisipasi di masa depan. Terlebih single LUCID DREAM yang dirilis ketika dia berusia 20 tahun sukses mendapatkan lebih dari 1 miliar streams di Spotify.

Juice WRLD ditemukan meninggal pada 8 Desember 2019 ketika sedang berada di Bandara Chicago. Sebuah posthumous album bejudul LEGENDS NEVER DIE dirilis pada 2020 dan langsung debut di puncak Billboard 200. Album ini pun melibatkan banyak musisi besar lainnya.

3. FAITH - POP SMOKE

Masih berusia 20 tahun, nama rapper Pop Smoke langsung naik daun ketika single WELCOME TO THE PARTY dan DIOR meledak di pasaran. Dia pun merilis album mixtape MEET THE WOO pada Juli 2019 disusul mixtape kedua MEET THE WOO 2 pada 7 Februari 2020.

Dua minggu setelah album tersebut dirilis, dia terbunuh di rumahnya. Tak lama kemudian, sebuah posthumous album bertajuk SHOOT FOR THE STARS, AIM FOR THE MOON dirilis dan langsung debut di puncak Billboard 200. Bahkan 19 track di album ini masuk dalam chart Billboard Hot 100.

4. TIM - AVICII

Kematian Avicii begitu menyakitkan bagi sahabat dan para fansnya. Bukan cuma lantaran dia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, tapi momen tersebut menjadi puncak dari rentetan panjang produser musik elektronik bernama asli Tim Bergling itu. Produser yang mempopulerkan WAITING FOR YOU itu memutuskan untuk pensiun dari tur dunia lantaran kondisi kesehatan mental yang dialaminya.

Setelah kematian memilukan pada 2018 tersebut, sebuah album posthumous dirilis pada 2019. Bertajuk TIM, album ini menjadi karya terakhir dari Avicii yang di dalamnya juga turut melibatkan vokalis Colplay yaitu Chris Martin.

5. POET - JONGHYUN

Kabar duka menghebohkan para Shawol dan penikmat musik di dunia atas meninggalnya main vocalist dari SHINee yaitu Jonghyun. Dirinya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya pada 18 Desember 2017.

Kabar meninggalnya Jonghyun pun menyisakan banyak luka lantaran isu kesehatan mental yang menerpa banyak musisi membuat mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Untuk mengenang sang musisi. album posthumous bertajuk POET dirilis pada Januari 2018. Semua profit dari album ini diberikan kepada ibu dari Jonghyun yang kemudian disalurkan untuk foundation yang membantu para musisi muda beserta masalah pribadi yang dihadapinya.

Meski tak mampu menyembuhkan luka atas kepergian sang musisi favorit, hadirnya album posthumous setidaknya menjadi penawar rindu sekaligus penghormatan terakhir atas dedikasi sang musisi semasa hidupnya.

Reporter:   Jeffrey Winanda