Dari CEO Start Up Hingga Putri Konglomerat, Ini Profil Ketujuh Staff Khusus Jokowi

Rezka Aulia | Kamis, 21 November 2019 22:30 WIB
Dari CEO Start Up Hingga Putri Konglomerat, Ini Profil Ketujuh Staff Khusus Jokowi

Kapanlagi.com - Jokowi baru saja mengumumkan deretan staf khusus yang akan membantu pemerintahannya. Pada periode ini ada total 15 stafsus yang dipilih secara cermat oleh Jokowi.

Namun stau hal yang menarik, Jokowi memilih tujuh staf dengan usia yang relatif muda. Meski semua di bawah usia 40 tahun, namun mereka memiliki pencapaian yang luar biasa. Siapa saja dan apa background mereka?

1 dari 7 halaman

1. Angkie Yudistia - 32 Tahun

Angkie Yudistia - 32 Tahun © instagram/angkie.yudistia
Wanita berhijab ini merupakan pendiri Thisable Enterprise, adalah pusat  ekonomi kreatif untuk penyandang disabilitas Indonesia. Pembuatan Thisable Enterprise pada 2011 adalah langkah Angkie yang menyandang tuli untuk memberdayakan kaum difabel. Angkie merasa bangga bisa merepresentasikan kaum difabel dalam ring 1 Jokowi.

"Saya merasa bangga diberikan kesempatan oleh Presiden menyuarakan 121 juta disabilitas di seluruh Indonesia," ujar Angkie dilansir dari Liputan6.

"Saya minta nanti Angkie jadi juru bicara presiden di bidang sosial," lanjut Jokowi.

Angkie lahir dengan kondisi normal. Namun, pada 10 tahun dia mengalami tuli. Rasa sedih hingga depresi sempat melingkupinya saat tumbuh remaja. Angkie beruntung memiliki keluarga yang mendukungnya untuk terus bangkit. Termasuk sang ibunda, yang mampu menguatkan hatinya ketika sedang down karena kondisi tunarungu.

2 dari 7 halaman

2. Aminuddin Ma'ruf - 33 Tahun

 Aminuddin Ma'ruf - 33 Tahun © instagram/angkie.yudistia
Selanjutnya ada Aminuddin Ma'ruf yang berusia 33 tahun dan merupakan Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Periode 2014-2017. Aminuddin juga sempat menjabat sekretaris jenderal solidaritas ulama muda Jokowi (Samawi). Ia merupakan alumni Universitas Negeri Jakarta yang lantas melanjutkan studi S2 di Universitas Trisakti.

Diketahui dari akun twitternya, pria berkacamata ini telah menikah dan memiliki satu anak. Wah semoga Amin bisa terus memberi kontribusi positif untuk pemerintahan Jokowi ya.

3 dari 7 halaman

3. Adamas Belva Syah Devara - 29 Tahun

Adamas Belva Syah Devara - 29 Tahun © instagram/Belvadevara
Nama Adamas Belva Syah Devara dikenal sebagai pendiri start up Ruang Guru. Meski telah didapuk jadi staf khusus, Belva mengaku akan terus menjalankan posisinya sebagai Direktur Utama Ruangguru. Ia tidak akan meninggalkan kiprahnya di dunia teknologi digital.

"Beliau berharap saya tidak tercabut dari akar saya di dunia teknologi/startup, dan dapat terus berkarya dan berinovasi bersama Ruangguru, sehingga juga dapat senantiasa memberikan masukan kepada Presiden terkait perkembangan teknologi terbaru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat," ungkap Belva dalam unggahan instagramnya.

Belva Devara berhasil meraih gelar ganda, yaitu MBA (Master of Business Administration) Stanford University dan Harvard University dengan jurusan Public Policy. Usai menyelesaikan studinya, pada 2016 ia kembali ke Tanah Air demi fokus membesarkan Ruangguru yang sebelumnya telah dikelola oleh Iman Usman.

Belva Devara masuk dalam daftar 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes Magazine pada 2017.

4 dari 7 halaman

4. Ayu Kartika Dewi - 36 Tahun

Ayu Kartika Dewi - 36 Tahun © instagram/ayukartikadewi
Ayu Kartika Dewi lantang menyuarakan masalah toleransi di Indonesia. Wanita satu ini juga menjadi perumus Pergerakan Sabang Sampai Merauke. Organisasi satu ini tercipta setelah Ayu menjadi guru SD di Maluku Utara saat Kerusuhan Ambon tahun 1999.

Untuk masalah pendidikan, Ayu merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga serta pascasarjana Duke University, Amerika Serikat.

Di laman instagramnya, terlihat beberapa organisasi yang menjadi concern Ayu. Antara lain ada @perempuangagal @sabangmerauke @milenialislami @toleransi.id sampai @indikafoundation.

Terpilihnya Ayu Kartika Dewi sebagai staf khusus Jokowi ini diharapkan bisa memberi masukan lebih luas tentang keberagaman dan toleransi di republik kita. Selamat bekerja dear Ayu!

5 dari 7 halaman

5. Putri Tanjung - 23 Tahun

Putri Tanjung - 23 Tahun © instagram/putri_tanjung
Nama Putri Tanjung bisa dibilang yang amat menarik perhatian publik dalam pengumuman staf khusus kepresidenan ini. Tak hanya karena usianya yang terbilang muda, Putri juga telah menjadi simbol bahkan standar wanita berdaya masa kini.

Sosoknya yang cantik, sukses sejak muda serta anak pertama konglomerat Chairul Tanjung membuat Putri sulit dilupakan. 

Lebih dari itu, Putri merupakan lulusan Academy of Art di San Fransisco. Ia telah memulai bisnis event planning sejak usia 15 tahun, proyek pertama yang digarap adalah pesta Sweet 16 teman sekelasnya. Kini bisnis Creativepreneur telah berkembang bahkan merambah ke bidang digital agency.

"Alhamdulliah saya bersyukur banget di umur 23 ini bisa menjadi staf khusus, terima kasih Pak Jokowi,” ujar Putri dilansir dari Liputan6.

6 dari 7 halaman

6. Andi Taufan Garuda Putra - 32 Tahun

Andi Taufan Garuda Putra - 32 Tahun © Taken From Liputan 6
Pria satu ini datang dari dunia financial technology alias fintech. Andi Taufan Garuda Putra merupakan CEO Amartha, yakni aplikasi pinjaman online yang cukup sukses. Inovasinya dalam dunia fintech membuat Taufan menerima banyak rekognisi dari dalam dan luar negeri.

Gak hanya reputasi karier yang baik, Taufan memiliki rekam pendidikan yang cemerlang. Taufan merupakan sarjana bisnis dari Institut Teknologi Bandung. Ia juga memiliki gelar master di bidang Public Administration dari Harvard Kennedy School.

7 dari 7 halaman

7. Gracia Billy Mambrasar - 31 Tahun

Gracia Billy Mambrasar - 31 Tahun © instagram/billymambrasar
Gracia Billy Mambrasar kini tengah menyelesaikan tesis untuk gelar Magister di bidang bisnis dari Universitas Oxford. Sebelumnya, Billy merampungkan studi di Australian National University dengan beasiswa dari Pemerinatah Australia. Gak cukup sampai di sini, Billy bakalan melanjutkan pendidikan doktoral dengan beasiswa afirmasi dari LPDP ke Universitas Harvard.

Mengenyam pendidikan di kampus prestisius tingkat dunia mungkin tak pernah jadi ambisi Billy. Pasalnya ia berasal dari keluarga sederhan di Serui, Kepulauan Yapen, Papua. Ibunda Billy menjual kue dan makanan di pasar sebagai sumber penghidupan. Ayah Billy merupakan seorang guru, bahkan rumah Billy tak dialiri listrik.

Namun ia tak membiarkan keterbatasannya menjadi penghalang kesuksesan. Saat di bangku SMA, Billy mendapatkan beasiswa dari Pemprov Papua. Hanya anak-anak terbaik dari sembilan kabupaten di Papua yang bisa mendapatkan beasiswa SMA favorit di Jayapura. Lulus SMA ia melanjutkan studi teknik ke ITB, demi mimpi ini orangtua Billy mencari bantuan ke berbagai dinas terkait.

Billy mendirikan yayasan pendidikan untuk anak Papua bernama Kitong Bisa di tahun 2009. Melalui Kitong Bisa, Billy ingin memberikan akses pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, khususnya di Papua dan Papua Barat. Sejumlah pelatihan keterampilan juga diselenggarakan.

Kini, Billy berhasil membuktikan. Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha. Billy juga berhasil membuktikan meski berasal dari keluarga tidak mampu di Papua, ia kini menjadi Stafsus Presiden.

(kpl/rna)


Editor:  

Rezka Aulia

TOPIK TERKAIT
 
↑