Demi Uang Damai 150 Juta, Keluarga Kriss Hatta Sampai Jual Mobil?

Rezka Aulia | Rabu, 09 Oktober 2019 06:22 WIB
Demi Uang Damai 150 Juta, Keluarga Kriss Hatta Sampai Jual Mobil?

Kapanlagi.com - Kriss Hatta dan Anthony telah lakukan perjanjian damai pada awal Agustus lalu. Namun hingga saat ini Kriss masih mendekam di rutan dan bakalan menghadapi sidang perdananya. Jelas hal ini membuat ibunda Kriss merasa amat kecewa.

"Percuma, makanya mama bilang gaya perdamaian di Hotel Borobudur, tapi buktinya perdamaian tanggal 8, anak saya diperpanjang (kasusnya) tanggal 9. Itu namanya perdamaian apa?" ujar Tuty Suratinah saat ditemui di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2019).

1 dari 3 halaman

1. Jual Mobil demi Uang Damai?

Diketahui dari tim kuasa hukum Kriss Hatta, ternyata keluarga Kriss telah memberi uang damai sebesar 150 juta pada Anthony. Sebelumnya Anthony sebagai pelapor meminta kompensasi 1 miliar, namun sepakat berdamai di nominal 150 juta. Beredar kabar bahwa Keluarga Kriss Hatta sampai harus menjual uang demi perdamaian ini.

"Mama minjam uang sana-sini, ya jujur aja sama temen-temen Kriss Hatta. Ya lapang dada, ikhlas makanya sekarang dia P21 besok sidang ya kita hadapin," lanjut Tuty.

2 dari 3 halaman

2. Kronologi Kasus dan Perdamaian

Kronologi Kasus dan Perdamaian © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Masalah bermula saat Kriss Hatta dan Anthony cekcok serta berkelahi di sebuah klub. Pertengkaran ini terjadi tak lama setelah Kriss bebas dari penjara. Merasa dirugikan, Anthony melaporkan Kriss ke polisi.

Namun kedua belah pihak telah sepakat berdamai di tanggal 8 Agustus 2019. Anthony tak jadi meminta ganti rugi sebesar 1 M, dan menurut pihak KrissHatta mereka berdamai dengan uang damai 150 juta. Namun kini hampir dua bulan berlalu Anthony tak kunjung mencabut laporannya.

 

3 dari 3 halaman

3. Ancaman Hukuman Kriss Hatta

Kasus hukum yang menjerat Kriss Hatta ini termasuk perkara penganiayaan berat. Menilik pasal 351 KUHP, Kriss Hatta dipastikan terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

"Jadi untuk perkara ini adalah penganiayaan berat sesuai dengan pasal yang diatur dalam KUHP, Pasal 351 KUHP," ujar AKBP I Gede Nyeneng pada bulan September 2019.

"Ancaman hukuman di atas 5 tahun," tandasnya.

 

(kpl/aal/rna)


Reporter:  

Sahal Fadhli

↑