Deva Mahenra Syuting Bareng Santri, Tak Dikenali Sebagai Artis dan Dipanggil 'Gus'

Tyssa Madelina | Jum'at, 11 Oktober 2019 16:17 WIB
Deva Mahenra Syuting Bareng Santri, Tak Dikenali Sebagai Artis dan Dipanggil 'Gus'

Kapanlagi.com - Deva Mahenra terlibat dalam sebuah film produksi MNC Pictures terbaru berjudul 99 NAMA CINTA. Dalam film yang disutradarai Danial Rifki dan penulis skenario oleh Garin Nugroho, Deva Mahenra berperan sebagai seorang ustaz bernama Gus Kiblat.

Ada pengalaman baru yang dialami Deva Mahenra selama syuting film ini. Karena untuk pertama kalinya dirinya berinteraksi secara langsung dengan para santri di sebuah pesantren yang lokasinya di Kediri, Jawa Timur

"Anak-anaknya adem-adem, tenang gitu, cenderung mereka sih berbicara secukupnya. Kecuali saya ada inisiatif untuk ajak ngobrol tapi memang ada satu dua (santri) dari mereka yang cukup aktif, suka nanya-nanya 'Gus kalau di Jakarta syutingnya gimana Gus sampai pagi juga nggak gus' banyak yang cukup penasaran satu dua anak yang cukup berani bertanya-tanya," ujar Deva Mahenra saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

1 dari 3 halaman

1. Tidak Semua Santri Mengenal Deva

Menjalani syuting di daerah, rupanya tidak semua santri mengenal sosok Deva Mahenra. Tapi, Ia justru merasa senang karena dengan begitu para santri bisa berakting secara jujur dan apa adanya.

"Ada yang kenal, ada yang nggak tahu. Karena ternyata tidak semua nonton layar lebar. Lebih banyak yang nonton televisi. Ada juga bahkan yang nggak suka nonton. Jadi ya wajar aja sih. Justru saya merasa senang ketika mereka melihat saya adalah sebagai partner kerja aja, tanpa mengetahui karya-karya saya sebelumnya sehingga mereka bisa bekerja dengan saya secara jujur tidak dibuat-buat, berusaha membuat saya senang," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

2. Lebih Sering Dipanggil Gus

Karena itu banyak santri yang lebih sering memanggil Deva Mahenra dengan nama perannya di film yakni Gus Kiblat. Deva Mahenra pun merasa senang karena itu bisa membangun chemistry antara Gus Kiblat dengan para santrinya.

"Iya karena memang perannya menjadi Gus. Cuma memang para santri ini meskipun pengalaman pertama mereka syuting ternyata pendalaman karakter mereka tidak perlu diajari lagi karena mereka itu dengan sendirinya saat saya datang ke set, menyapa mereka, mereka sudah panggil saya Gus duluan," papar Deva Mahenra.

"Oh oke berarti mereka ingin membangun chemistry ini. Artinya saya juga harus membantu mereka, di luar syuting sebelum take pun saya juga bisa menempatkan diri apa yang mereka lihat sebagai Gus (Kiblat) itu," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

3. Jadi Tahu Kehidupan Pesantren

Selain itu, Deva Mahenra juga jadi lebih banyak tahu tentang kehidupan pesantren yang sebenarnya. "Oh iya selama ini kan saya (tahu) tentang pesantren cuma gambaran aja dari luar dan (sekarang) ini bisa jadi bagian di dalamnya mengubah point of view saya," ucapnya.

"Ada beberapa pesantren yang mereka tuh untuk menghidupi pesantrennya mereka misalnya bercocok tanam sendiri memproduksi produk sendiri dan hasilnya membiayai sekolah anak-anak ini. Pesantren juga tidak semua memungut biaya dari para santri, itu yang luar biasa lah," pungkas Deva Mahenra.

(kpl/rhm/tmd)


Reporter:  

Nuzulur Rakhmah

↑