Dhini Aminarti Bagikan Tips Agar Tetap Istikamah dalam Berhijab

Sora Soraya | Rabu, 06 November 2019 13:15 WIB
Dhini Aminarti Bagikan Tips Agar Tetap Istikamah dalam Berhijab

Kapanlagi.com - Dhini Aminarti mendapatkan hidayah untuk hijrah dan menggunakan hijab sejak Januari 2016 lalu. Hingga saat ini, istri dari Dimas Seto itu konsisten mengenakan hijab. Menurutnya, salah satu yang membuatnya tetap istikamah berhijab adalah lingkungan.

"Kalau mau coba semangat istikamah, salah satunya cari teman yang positif buat kita. Aku berusaha cari teman-teman yang sefrekuensi sama aku, saat aku ngedrop aku bisa bangkit lagi. Itu penting buat aku," ujar Dhini Aminarti saat mengisi kajian Musawarah di Masjid Raya Kebayoran Residence, Tangerang, Selasa (5/10).

1 dari 2 halaman

1. Ujian di Awal Berhijab

Ujian di Awal Berhijab KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya
Saat awal-awal mengenakan hijab, Dhini Aminarti mengaku mengalami banyak ujian. Kadar keimanannya sempat naik turun. Beruntung ia memiliki teman-teman yang membuatnya semangat untuk terus berhijab.

"Aku nggak munafik kadang ngerasa malas, itu manusiawi. Cuma bersyukur punya teman kayak Dewi (Sandra), Fenita, Vebby, kami saling menguatkan satu sama lain. Aku sama Dewi intensitas bertemu bisa 5 kali dalam seminggu, ngobrol bareng, diskusi," ujarnya.

2 dari 2 halaman

2. Bantuan Dewi Sandra

Bantuan Dewi Sandra KapanLagi.com®/Daniel Kampua
Ia menilai, Dewi Sandra adalah salah satu sosok penting yang membantunya tetap istikamah. "Ada beberapa teman yang bilang 'jangan lepas dari kak Dewi'. Kak Dewi kayak kakak aku, dan bawel. Kalau mau istikamah, ya harus cari teman bawel yang bikin semangat lagi," ujarnya.

Sering datang ke majelis taklim dan senantiasa mempelajari ilmu agama, juga diakui Dhini bisa menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. "Aku kalau dibilang hijrah 100 persen, belum merasa. Karena ilmunya nggak ada, kadang datang ke kajian 'oh ternyata gitu ya, aku seperti nggak tahu apa-apa'. Tapi ketidaktahuan itu yang bikin aku semangat belajar, mencari ilmu (agama)," pungkasnya.

(kpl/dan/sry)


Reporter:  

Dadan Deva

↑