Didakwa Melanggar UU ITE, Dua Muncikari Vanessa Angel Pasrah

Tantri Dwi Rahmawati | Selasa, 26 Maret 2019 11:22 WIB
Didakwa Melanggar UU ITE, Dua Muncikari Vanessa Angel Pasrah

Kapanlagi.com - Kasus prostitusi online yang turut menyeret nama Vanessa Angel memasuki babak persidangan. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di pengadilan Negeri Surabaya digelar kemarin Senin (25/3). Dimulai pukul 14.00 WIB, sidang berlangsung terbuka di Ruang Garuda, PN Surabaya.

Seperti yang KLovers tahu dalam kasus ini ada Endang Suhartini (ES) dan Tentri Novanta (TN) sebagai terdakwa. Dilansir dari Liputan6.com, sidang atas keduanya dilaksanakan bergantian.

1 dari 2 halaman

1. Tidak Keberatan

Tidak Keberatan Muncikari Vanessa Angel © Merdeka.com
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rahayu membacakan dakwaan terdakwa Endang. Selain menyebut Endang sebagai muncikari yang turut diamankan bersama Vanessa di hotel, JPU juga sebutkan kronologi chat WhatsApp antara Endang dengan sejumlah orang kala menyalurkan Vanessa ke sang pemesan, Rian Subroto.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Sri membacakan dakwaan.

Atas dakwaan tersebut, pihak Endang yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Franky Waruwu, memutuskan tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan JPU. "Terkait dakwaan yang dibacakan JPU, kami berkesimpulan tidak mengajukan eksepsi," tukas Franky dilansir dari Liputan6.com.

2 dari 2 halaman

2. Transmisi dan Distribusi

Kelar bacakan dakwaan terhadap Endang, giliran dakwaan terhadap Tentri dibacakan. Jaksa Farida Hariani menyebut Tentri sebagai sosok yang turut mentransmisikan konten asusila di internet.

"Bahwa terdakwa melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan," kata Farida seperti yang dilansir dari Liputan6.com.

Senada dengan dakwaan Endang, Tentri juga didakwa Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas dakwaan itu pihak Tentri juga berikan sikap yang sama, yakni tidak mengajukan nota keberatan. "Kami tidak mengajukan keberatan (eksepsi), agar sidang bisa dilanjutkan pemeriksaan saksi dan pokok perkara," kata Yafet Kurniawan selaku kuasa hukum Tentri pada majelis hakim dilansir dari Liputan6.com.

(kpl/tdr)


↑