Dikira Sudah Hijrah, Melanie Subono Alami Kejadian Sedih di Pengajian BJ Habibie

Sora Soraya | Jum'at, 20 September 2019 14:50 WIB
Dikira Sudah Hijrah, Melanie Subono Alami Kejadian Sedih di Pengajian BJ Habibie

Kapanlagi.com - 11 September lalu menjadi momentum duka yang dirasakan oleh publik tanah air. Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie meninggal dunia di usianya yang sudah 83 tahun. Kepergiannya tentu menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, terlebih untuk Melanie Subono.

Sebagai cucu BJ Habibie yang sangat dekat dengan eyangnya itu, Melanie Subono tak bisa menyembunyikan kesedihannya yang mendalam. Belum lama ini ia juga membagikan video di acara pengajian yang digelar untuk memperingati 7 hari meninggalnya sang eyang.

Penuh dengan lautan manusia yang berebut untuk ikut tahlilan, Melanie rupanya mengalami kejadian kurang menyenangkan. Lewat akun Instagram-nya, penyanyi berusia 42 tahun ini membagikan cerita sedih yang cukup mengusiknya.

1 dari 2 halaman

1. Curhatan Melanie Subono

Curhatan Melanie Subono instagram.com/melaniesubono
"Eyang, apa yang salah sama Indonesia? Barusan di 7 harian, saya bantu distribusi makanan kotak ke ribuan ibu-ibu yang datang berdoa. Lalu salah satu ibu nanya, 'Oh ini mba mel ya. Wah hebat ada di sini, pasti UDAH HIJRAH ya? Tinggal nunggu pake HIJAB ya mba?'," tulisnya.

Ia pun melanjutkan, "Dan saya jawab sambil senyum kasih ibu itu makan, 'Nggak ibu, saya masih non muslim kok. Dan saya percaya Tuhan yang sama dengan ibu dan eyang'. Lalu dia GAK JADI dong ambil nasi yang saya bagi. Asli dia GAK MAU ngambil."

2 dari 2 halaman

2. Banjir Dukungan Netizen

Di akhir postingannya, Melanie mempertanyakan apa yang salah dari Indonesia saat ini. Ia sungguh tak menyangka jika niat baiknya sebagai cucu BJ Habibie justru ditolak mentah-mentah di acara pemakaman eyang kandungnya sendiri.

Berbagai dukungan dari netizen pun membanjiri kolom komentar Melanie. Sebagian berusaha menguatkan dan terus mengirim doa, sementara sisanya mengingatkan kembali jika Indonesia adalah negara berlandaskan Pancasila yang damai dan merangkul semua agama.

(kpl/sry)


Editor:  

Sora Soraya

↑