Dilaporkan ke Polisi dengan Tuduhan Penipuan, Eza Gionino Malu dengan Mertua

Tyssa Madelina   | Rabu, 15 Januari 2020 14:10 WIB
Dilaporkan ke Polisi dengan Tuduhan Penipuan, Eza Gionino Malu dengan Mertua

Kapanlagi.com - Artis peran Eza Gionino tersangkut masalah hukum. Ia dilaporkan pria bernama Qory Supiandi ke polisi atas tuduhan penipuan dan penggelapan. Menanggapi laporan tersebut, Eza mengaku malu dengan mertuanya.

"Ini maaf ya dibilang penipuan dan penggelapan, malu gua sama mertua gua, penipuan dan penggelapan 12 juta, 12 juta doang. Kalau bikin laporan Eza gelapkan uang 12 M kan keren tuh, ini mah 12 juta," kata Eza di Jakarta, Selasa (14/1).

Perlu diketahui, Qory Supiandi merupakan penjual ikan arwana yang pernah berseteru dengan Eza hingga akhirnya Eza melaporkan Qory lantaran mendapat ancaman pembunuhan. Kini, Qory balik melaporkan Eza karena ikan Arwana yang dijualnya belum dibayar full oleh Eza.

1 dari 3 halaman

1. Laporan Mengada-ada

Bagi Eza, laporan dari Qory itu seperti mengada-ngada. Sebab, menurut Eza, tidak ada teman atau kerabat dari Qory yang menagih sisa pembayaran maupun meminta ikan yang berada di rumahnya dikembalikan.

"Yang lucu tidak ada seorang pun yang menagih ke gua, siapapun. Beda lagi kalau ada yang nagih, 'Za tolong dibayar ikannya atau Za ikan gua mau ambil', dan gua tidak mau bayar atau tidak mau kembalikan ikannya, baru silahkan lapor ke polisi, ini nggak ada angin atau apa lapor polisi," kata Eza.

2 dari 3 halaman

2. Kuasa Hukum Ikut Bingung

Senada dengan Eza, Henry Indraguna selaku kuasa hukum Eza, juga ikut dibuat bingung dengan laporan dari Qory yang menuduh kliennya melakukan tindak penipuan dan penggelapan.

"Kronologisnya kan begini, ikan yang dijanjikan seperti ini (sambil tunjuk gambar ikan) moncongnya bagus, matanya bagus. Maka dengan kesepakatan gambar yang ada, Eza beli dua ikan seharga Rp12 juta. Qory Supiandi minta ditransfer dulu baru kurangnya setelah ikan datang dan alkisah Eza bayar Rp 1,4 juta, tapi barang datang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, yang muncul itu moncongnya jelek, matanya turun," tutur Henry.

"Jadi di mana penipuan dan penggelapannya jelas ini jual beli barang, ada dokumen masuk 1,4 juta dan sampai hari ini klien saya nggak pernah bilang tidak akan kembalikan ikannya," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

3. Tak Ada Mediasi

Masih kata Henry. Ia menyesalkan langkah Qory yang menguasakan pengacara bernama Lissa V untuk melaporkan Eza di Polda Metro Jaya dengan tuduhan penipuan dan penggelapan pada Senin (13/1). Seharusnya, menurut Henry sebelum melapor ke polisi , Lissa V terlebih dahulu membicarakan perkara dugaan penipuan dan penggelapan terhadap Eza secara baik-baik.

"Lissa pengacara Qory harusnya komunikasi dulu lah sebelum lapor. Bilang aja kalau pengin ikan dibayar atau dikembalikan. Nanti kan kita cari titik temu, misal mau dibayar, karena ikannya nggak sesuai dari kesepakatan ya jangan minta Rp 12 juta. Pokoknya kita mediasi sampai deal. Kan selesai. Ini masalahnya tidak ada penagihan tidak ada permintaan tahu-tahu lapor polisi menganggap Eza melakukan penipuan dan penggelapan," sesalnya.

(kpl/dan/tmd)


Reporter:  

Dadan Deva

↑