Diskusi Panas, KPI Sebut Value Sinetron-Sinetron Azab Tinggi

Guntur Merdekawan | Senin, 30 September 2019 11:08 WIB
Diskusi Panas, KPI Sebut Value Sinetron-Sinetron Azab Tinggi

Kapanlagi.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam beberapa waktu terakhir ini ramai jadi perbincangan terkait keputusan mereka untuk memberikan sanksi terhadap tayangan kartun Spongebob. Mereka beralasan jika banyak adegan kekerasan yang ditunjukkan, seperti salah satunya tokoh Sandy Cheeks. Tak cuma sampai situ saja, KPI juga menegur trailer film GUNDALA karena ada satu kata-kata yang dianggap kasar.

Yang bikin netizen geram, KPI selama ini dianggap pilih kasih, karena tidak pernah menegur tayangan sinetron-sinetron di televisi yang juga kerap menunjukkan adegan-adegan kekerasan. Dan untuk menjawab seluruh kontroversi ini, tiga Komisioner KPI Pusat, yakni Hardly S. F. Pariela, Nuning Rodiyah dan Irsal Ambia diundang hadir untuk jadi bintang tamu dalam program QnA Metro TV.

Trio perwakilan KPI itu dihadapkan pada beberapa orang panelis yang bakal mengajukan perdebatan terkait keputusan-keputusan 'aneh' KPI selama ini.

 

1 dari 4 halaman

1. KPI Tanggapi Teguran Pada Trailer 'GUNDALA'

Terkait teguran KPI pada trailer GUNDALA, Hardly menegaskan jika tim-nya tidak anti pada film garapan Joko Anwar tersebut. KPI hanya fokus untuk menegur trailer-nya, bukan film-nya, mengingat di trailer berdurasi 30 detik itu memang ada kata-kata yang dianggap kasar.

"Yang kami tegur adalah trailer, promo film-nya, yang itu dibuat untuk 30 detik. Lalu muncul kata-kata tadi, dan itu tidak dilakukan sensor, pasti saya tegur juga. Karena itu kesannya menjadi, 'Oh kata ini bisa jadi kata biasa dan jadi lifestyle'. Lalu kenapa promo film-nya kami tegur? Karena itu muncul tanpa konteks. Ketika itu dalam sebuah film, mungkin itu ada konteksnya, ada penjahat dan sebagainya. Tapi itu tanpa konteks lalu muncul dan kita tahu betul kata itu dipakai untuk makian. Di titik itu akhirnya KPI memberikan teguran," jelas Hardly.

Menanggapi jawaban pihak KPI, salah satu panelis merasa kata-kata kasar yang dilarang KPI itu masih tidak jelas batasannya. Ia lantas memberikan saran agar diterapkan sistem seperti yang diterapkan di Amerika, yakni '7 Dirty Words', di mana memang ada 7 kata-kata kasar yang haram hukumnya dipakai oleh para sineas film.

2 dari 4 halaman

2. Sinetron Azab Value-nya Tinggi

Sinetron Azab Value-nya Tinggi © Metro TV
Bicara terkait teguran terhadap Spongebob, gantian Nuning yang angkat suara. Ia mencoba membandingkannya dengan sinetron-sinetron azab di televisi yang selama ini memang sering mendapatkan kritikan keras dari netizen.

"Azab ini kan value-nya tinggi. Ada orang yang jahat kemudian dapet balasan dan sebagainya. Itu ketika kita melihat picture, whole picture-nya kita lihat. Ketika bicara Spongebob, picture-nya kayak apa? Di situ kemudian ada pesan-pesan yang sangat berbahaya bagi anak-anak dan kita harus keluarkan sanksi untuk itu," jawab Nuning, salah satu Komisioner KPI Pusat.

3 dari 4 halaman

3. Sinetron Azab Tidak Masuk Akal?

Sinetron Azab Tidak Masuk Akal? © Metro TV
Mendapati jawaban Nuning, salah satu panelis yang merupakan inisiator petisi 'Tolak KPI Awasi Konten Digital', Dara Nasution turut bersuara. Secara tegas Ia bertanya mengenai keputusan KPI dalam menilai value dalam sebuah film.

"Jadi sinetron azab meskipun dia tidak masuk akal, selama dilihat KPI ada value lalu dibiarkan gitu?" tanya Dara pada Nuning.

"Tunggu. Di mana titik tidak masuk akalnya? Kita sudah mengevaluasi program azab. Memang selama ini di awal-awal ada kita temukan ada eksploitasi jenazah dan lain-lain. Semuanya kita panggil, kita dudukkan. Jenazah ini bukan jadi bintang utama, yang kemudian harus dieksploitasi, dilempar sana-sini dan lain sebagainya. Hari ini, itu bersih, tidak ada lagi," jawab Nuning.

Perdebatan pun berlanjut membahas berbagai hal lain seputar regulasi dalam dunia pertelevisian.

4 dari 4 halaman

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑