Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Disomasi 1 Miliar Gara-Gara Pakai Nama 'Open Mic', Mo Sidik Sampai Tidak Bisa Tidur 2 Minggu

Kamis, 25 Agustus 2022 21:36 WIB
Disomasi 1 Miliar Gara-Gara Pakai Nama 'Open Mic', Mo Sidik Sampai Tidak Bisa Tidur 2 Minggu
Mo Sidik disomasi gara-gara nama 'Open Mic' © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Istilah 'Open Mic' yang selalu dipakai untuk acara stand up comedy telah didaftarkan ke sebagai merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sejak tahun 2013 silam. Tentunya, pendaftaran nama 'Open Mic' sendiri sangat merugikan para komika yang berkarir di dunia stand up comedy, salah satunya adalah Mo Sidik.

Diketahui, Mo Sidik adalah komika yang memiliki tempat bernama Ke.Ta.Wa Comedy Club, wadah para komika untuk unjuk gigi lewat stand up comedy. Mo Sidik disomasi oleh seseorang yang sudah mematenkan nama 'Open Mic' ke DJKI sebesar 1 milliar akibat memakai istilah tersebut.

"Ya, jadi kita ingin aman-aman saja, somasi 1 miliar itu terus terang dua tiga minggu saya enggak bisa tidur. Boro-boro mau melawak ya. Kalau saya kenanya tahun 2019. Kebetulan buka comedy club namanya ketawa komedi club di Antasari. Pertama di Indonesia," kata Mo Sidik di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2022).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Soal Pendaftaran DJKI

Nama Ramon Papana beberapa kali disebut-sebut para komika lantaran diduga telah mendaftarkan nama 'Open Mic' ke DJKI. Begitu dikonfirmasi, Adjis Doaibu, presiden Stand Up Comedy Indonesia justru mengaku belum pernah mendengar nama Ramon Papana tersebut.

"Saya baru denger namanya tuh," kata Adjis sambil tertawa.

2. Sempat Ngobrol Dengan Ramon Papana

Sementara itu, Pandji Pragiwaksono mengaku, sebetulnya komika yang tengah mengadakan tur stand up Komoidoumenoi itu pernah berbicara langsung dengan orang yang mendaftarkan nama 'Open Mic' ke DJKI sebagai merek dagang.

"Saya sempat ngobrol sebenarnya sama dia, terus katanya sih supaya orang di luar kesenian tidak memanfaatkan. Tapi pada praktiknya komika-komika yang kami kagumi, kami sayangi kena, teman saya juga kena 1 miliar. Itu teman saya (Mo Sidik) dompetnya gemetaran. Jadi usaha sudah pernah dilakukan, sangat disayangkan aja," kata Pandji Pragiwaksono.

Lalu, langkah apa yang dilakukan oleh komika yang tergabung "Perkumpulan Komika Indonesia" setelah mendaftarkan gugatan pembatalan nama 'Open Mic' di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat?

"Selain merek, kita juga meminta Dirjen HAKI membatalkan. Kita mau, karena kita sayang, kepada pemerintah agar berhati-hati jangan sampai begitu banyak barang publik, istilah publik, kesenangan publik dimonopoli dan dibajak oleh satu pihak saja. Ini juga melihat pemerintah lebih hati-hati. Gugatannya kita minta minta membatalkan aja dan meminta open mic jadi milik publik," tutup Panji Prasetyo, kuasa hukum Perkumpulan Komika Indonesia.