Disudutkan Sebagai Pembunuh dan Ayah yang Lalai, Arya Satria Claproth Menyerahkan Pada Proses Hukum

Rahmi Safitri   | Senin, 17 Februari 2020 11:00 WIB
Disudutkan Sebagai Pembunuh dan Ayah yang Lalai, Arya Satria Claproth Menyerahkan Pada Proses Hukum

Kapanlagi.com - Arya Satria Claproth menjalani pemeriksaan ketiga di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat pekan lalu (14/2/2020). Pemeriksaan itu buntut dari laporannya di Polsek Cilandak atas kematian putri semata wayangnya bernama Zefania Carina yang terjatuh dari lantai enam apartemen.

Usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, suami dari Karen Pooroe ini memilih diam. Dia menyerahkan semua kepada kuasa hukum yang mengatakan bila Arya juga terpukul atas peristiwa tersebut.

"Gini ya, dari pihak Arya pribadi dia merasa terpukul karena nggak ada yang mengharapkan kejadian seperti ini. Musibah ini nggak diduga terjadi. Arya itu seorang ayah yang sedang memperjuangkan hak untuk asuh anaknya," kata Andreas Nahot Silitonga.

 

1 dari 2 halaman

1. Dituding Membunuh

Setelah berita meninggalnya Zefania Carina ramai menjadi perbincangan masyarakat, Arya Satria Claproth sontak menjadi pihak yang disudutkan. Meski kecewa dituding melakukan pembunuhan berencana dan segala macam, ia percaya bila proses hukum akan berbicara.

"Kalau saya lihat bukan hanya Karen, tapi juga Arya yang sedih dan hancur hatinya. Jadi kalau ada pemberitaan yang menyudutkan klien kami ya silakan saja. Artinya kami akan percaya pada proses hukum agar semua terungkap seperti apa," lanjut Andreas.

2 dari 2 halaman

2. Berharap Dari CCTV

Berharap Dari CCTV Arya Satria Claproth dan tim kuasa hukum © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto
Lebih lanjut Andres Nahot Silitonga berharap pada hasil rekaman CCTV. Karena dari sana akan terbongkar semua yang terjadi.

"Ya itu CCTV yang kami harapkan bisa dibuka, dibongkar semuanya, jangan hanya hari itu aja, tapi hari sebelumnya juga. Supaya tergambar nanti gimana hubungan ayah dan anak ini. Silahkan saja ditanya sama saksi, orang sekitar dan security gimana kondiri hubungan mereka. Kejadian ini jadi pukulan keras untuk keluarga Arya," tutup Nahot.

(kpl/abs/pit)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho