Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Ditetapkan Sebagai Tersangka Penggelapan, Teddy Pardiyana Akui Menyesal Jual Mobil Untuk Bayar Hutang Lina Jubaedah

Gogor Subyakto   | Minggu, 28 Agustus 2022 11:04 WIB
Ditetapkan Sebagai Tersangka Penggelapan, Teddy Pardiyana Akui Menyesal Jual Mobil Untuk Bayar Hutang Lina Jubaedah
Teddy Pardiyana menyesal jual mobil. Credit: vidio.com

Kapanlagi.com - Perkembangan terbaru datang dari laporan penyanyi Rizky Febian terhadap ayah tirinya bernama Teddy Pardiyana. Sebagaimana diketahui, Rizky melapor ke Polda Jawa Barat pada Maret 2021 karena Teddy dianggap menggelapkan uang penjualan aset.

Setelah hampir setahun lebih sejak laporan diajukan Rizky, Polda Jawa Barat akhirnya menetapkan Teddy sebagai tersangka. Namun penetapan tersebut hanya perihal penjualan mobil sebesar Rp 120 juta.

"Hari Senin saya mendampingi Pak Teddy untuk BAP sebagai tersangka di Polda Jawa Barat terkait laporan Maret 2021. Laporan itu naik sidik sekitar bulan Juni 2022, baru ada penetapan tersangka di Agustus ini. Panggilan kemarin Pak Teddy naik jadi tersangka terkait dugaan penggelapan mobil Kijang Innova seharga 120 juta," kata Wati Trisnawati selaku kuasa hukum dari Teddy dalam virtual conference via Zoom pada Sabtu (27/7/2022).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Meragukan Penetapan Status

Gambar

Menurut keterangan Wati Trisnawati selaku kuasa hukum Teddy Pardiyana, laporan Rizky Febian yang membuat kliennya menjadi tersangka hanya karena penjualan aset mobil sebesar Rp 120 juta. Sisanya dianggap tidak memiliki bukti.

"Laporan lain tidak ada buktinya, yang mampu naik hanya penjualan Kijang Innova. Itupun kami masih meragukan karena mobil itu atas nama almarhumah, begitu beliau meninggal, Pak Teddy berani menjual untuk membayar hutang di bank kurang lebih Rp 125 juta," ucap Wati.

2. Menyesal Berniat Baik

Teddy Pardiyana menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Jawa Barat secara kooperatif. Duda satu anak itu pun lantas mengungkap penyesalan itikad baik menyegerakan membayar hutang Lina Jubaedah malah dinilai jahat.

"Kemarin Pak Teddy kooperatif hadir menjawab sebanyak lima belas pertanyaan. Reaksi Pak Teddy sendiri kaget ya, kok yang awalnya berniat baik untuk melunasi hutang almarhumah tapi dianggap itikad buruk. Beliau itu menyesal ngapain jual mobil almarhum kalau jadi bumerang untuk dia sendiri," tambah Wati.

3. Sesuai Kompilasi Hukum Islam

Gambar

Setelah Lina Jubaedah berpulang, Teddy Pardiyana membayar hutang almarhumah istrinya dengan menjual mobil. Meski tak wasiat, namun secara hukum Islam, Teddy bisa disebut sebagai ahli waris.

"Tidak ada wasiat untuk menjual mobil. Kalau misal kita lari ke kompilasi hukum Islam, adalah kewajiban ahli waris semua melakukan penguburan, tahlilan dan utang utang dari almarhum harus segera dilunasi. Jika ada sisanya itu yang jadi warisan," papar Wati.

4. Teddy Pardiyana Adalah Ahli Waris

Pihak Rizky Febian tidak bisa menyangkal bahwa Teddy Pardiyana termasuk dalam ahli waris Lina Jubaedah. Karena hal itu termaktub dalam undang-undang.

"Mau nggak mau posisi Pak Teddy sebagai ahli waris. Kita nggak bisa menentang itu undang-undang. Ketika ada istri atau suami meninggal dunia, maka mereka meninggalkan ahli waris yaitu istri atau suami yang hidup lebih lama, anak dan orangtua. Itu ahli waris golongan pertama. Perlu kita garis bawahi di sini (Teddy) bukan cerai hidup, tapi cerai mati. Ketika cerai mati otomatis meninggalkan ahli waris," tandas Wati.

Reporter:   Adi Abbas Nugroho