Dituntut Penjara Seumur Hidup, Zul Zivilia: Ya Mau Gimana Lagi

Galuh Esti Nugraini | Selasa, 10 Desember 2019 13:55 WIB
Dituntut Penjara Seumur Hidup, Zul Zivilia: Ya Mau Gimana Lagi

Kapanlagi.com - Zul Zivilia ikhlas dan tidak kecewa dengan jaksa penuntut umum yang menuntutnya penjara seumur hidup. Meski begitu, ia dan kuasa hukumnya berupaya meyakinkan Hakim agar mendapat keringanan hukuman. Bahkan bila bisa, bebas dari jerat hukum dalam agenda sidang pledoi, pekan depan.

Zul mengaku tak memiliki banyak strategi dalam sidang pledoi nanti. Ia hanya akan membeberkan apa yang terjadi.

"Saya tidak bisa terlalu banyak berstrategi. Kalau memang yang terbaik, ya mau gimana lagi. Keputusan Hakim ya keputusan Tuhan juga," ujar Zul Zivilia di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (9/12).

Rencananya, Zul akan membacakan sendiri pledoi atau nota keberatan atas tuntutan jaksa penuntut umum terhadapnya.

"(Soal pembelaan minggu depan) saya sih mungkin baca sendiri aja," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

1. Kuasa Hukum Terus Berjuang

Sementara itu, kuasa hukum Zul, Andi Bachtiar Effendi akan terus berjuang untuk 'menyelamatkan' kliennya dari jerat hukuman penjara seumur hidup.

Ia menilai dua pasal yang dituntut jaksa tidak terbukti dilakukan Zul. Menurutnya, yang terbukti ialah pasal lain tentang tindak pidana narkotika dan bukan sebagai pengedar narkoba.

"Menurut kaca mata hukum saya, pembuktian di dalam KUHP, sebenernya enggak terbukti kedua pasal itu. Kedua pasal itu tidak terbukti. Yang terbukti dia adalah pasal 131. Sebenarnya itu yang terbukti," ucapnya.

2 dari 2 halaman

2. Pengedar Narkoba

© KapanLagi.com/Irfan Kafril
Untuk diketahui, Zul dituntut penjara seumur hidup karena terbukti memiliki dan mengedarkan narkoba. Jaksa menilai Zul melanggar Pasal 114 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Pidana penjara terhadap terdakwa 3, Zulkifli alias Zul bin Djamaluddin selama seumur hidup dengan perintah untuk tetap ditahan," kata jaksa penuntut umum Fedrik Adhar.

(kpl/dan/gen)


Reporter:  

Dadan Deva

↑