Divonis Kanker Ganas Stadium 4C, Komedian Qomar Jalani Kemoterapi Selama Enam Bulan ke Depan

Tantri Dwi Rahmawati   | Rabu, 29 September 2021 13:28 WIB
Divonis Kanker Ganas Stadium 4C, Komedian Qomar Jalani Kemoterapi Selama Enam Bulan ke Depan
Qomar © KapanLagi.com/Akbar Prabowo Triyuwono

Kapanlagi.com - Komedian yang tergabung dalam grup Empat Sekawan, Nurul Qomar atau lebih dikenal H. Qomar kembali menjalani aktivitas seperti biasa setelah beberapa Minggu menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. Diketahui, pelawak yang berprofesi sebagai dosen ini mengidap sakit kanker usus.

"Operasi cukup besar, dokter ahli memvonis kanker ganas ada di pencernaan usus besar dan usus halus dan stadium empat C. Jadi pencernaannya diubah tidak di anus BABnya, pinggang sini, dibuatkan lubang stroma," kata Qomar di TVRI, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2021).

Kini, kondisi Qomar sudah membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Hanya saja, komedian 61 tahun itu harus menjalani kemoterapi selama enam bulan ke depan.

"Alhamdulillah baik, sehat insya Allah saya dalam keadaan sehat, hati, jiwa, dan pikiran. Secara fisik masih dalam proses pemulihan hampir dua bulan ini. Besok mulai kemoterapi selama enam bulan ke depan," kata Qomar.

"Sudah mulai normal makan dan minum, cuma tidak boleh mengkonsumsi yang pedas dan instan. Kalo ayam boleh, ayam kampung, tidak boleh ayam negeri. Normal sih, cuma memang BAB sedang berubah sistemnya, setalah enam bulan baru normal lagi," tambahnya.

1. Faktor Genetika dan Pola Makan

Qomar mengatakan, penyebab dirinya mengidap kanker usus karena ada faktor genetika dan pola makan yang tidak sehat. Hal itu diketahui setelah dia memeriksa kondisi kesehatannya di rumah sakit.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara sesama, scan, rontgen, dan semua proses semua medical dilalui 'Pak Haji ada faktor genetika sudah lama'. Jadi faktor genetika, cuma memang barangkali ada satu keadaan pola makan yang tidak sehat," katanya.

"(Sekarang) Saya sudah tidak bisa dan tidak boleh makan menu instan, mie instan. Kalo mau yang gurih-gurih bisa ayam kampung dibikin kaldu, kalo gurihnya, gurih instan nggak bisa lagi saya konsumsi. Karena secara perlahan tapi pasti itu pemicu sel-sel kanker," tambah H Qomar.

Usai menjalani perawatan, Qomar kembali menjalani aktivitas seperti biasa, salah satunya adalah mengajar di salah satu perguruan tinggi di Bekasi.

"Iya (kurangi kegiatan). Saya masih ngajar di FKIP fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas islam As Syafi'iyah jatiwaringin. Sementara saya ngajar sistem online. Ya ini karena acara yang monumental persatuan seniman komedi indonesia, saya harus hadir. Karena saya ikut mengawali berdirinya PASKI," tutup Qomar.

Reporter:   Fikri Alfi Rosyadi