Dukung Audrey, Verrell Bramasta Akui Pernah Jadi Korban Bullying di Sekolah

Gogor Subyakto | Rabu, 10 April 2019 13:28 WIB
Dukung Audrey, Verrell Bramasta Akui Pernah Jadi Korban Bullying di Sekolah

Kapanlagi.com - Sebuah kejadian malang yang menimpa Audrey siswi SMP di Pontianak sekarang ini memang tengah ramai jadi perbincangan. Gadis tersebut merupakan korban dari tindakan pengeroyokan yang membuat dirinya kini harus di rawat di rumah sakit.

Mendengar kejadian tersebut, banyak selebriti tanah air yang buka suara memberikan dukungan untuk Audrey. Sama halnya dengan aktor muda Verrell Bramasta.

Lewat akun sosial media miliknya, Verrell ikut menyerukan suara dukungan untuk Audrey. Selain itu, ia juga sempat mengungkapkan bahwa dirinya juga merupakan korban bullying saat masih sekolah dulu.

1 dari 3 halaman

1. Dukungan Untuk Audrey

Dukungan Untuk Audrey Credit: instagram.com/bramastavrl
Pada hari Rabu (10/4) ini, lewat IG Story miliknya, Verrell Bramasta menunjukkan dukungan untuk korban pengeroyokan di Pontianak yakni Audrey. Dalam postingan itu, aktor muda tersebut mengunggah ulang postingan akun @kekomukan yang berikan ilustrasi soal kasus tersebut.

Dalam gambar tersebut dihiasi dengan sederet informasi soal kasus pengeroyokan ini. Mulai dari tindakan kekerasan yang dialami oleh Audrey, hingga para pelaku terduga merasa tak bersalah.

2 dari 3 halaman

2. Pernah Jadi Korban Bullying

Pernah Jadi Korban Bullying Credit: instagram.com/bramastavrl
Tak sampai di situ saja, Verrell juga sempat menuliskan kisahnya sendiri. Dalam postingan IG Story yang lain, ia bercerita tentang dirinya yang pernah jadi korban bullying di sekolah.

Di situ Verrell juga menuliskan pendapatnya soal bullying. "Aku pernah menjadi korban bullying di sekolah. Jika ada sesuatu dari bullying, itu bukan tentang memiliki kekuatan, punya kendali, menjadi tangan di atas, atau pun terlihat kece dari pada yang lain," tulisnya.

"Itu hanya menunjukkan betapa tak percaya diri, belum dewasa dan betapa tak bahagianya kamu dengan diri kamu sendiri serta hidupmu. Betapa haus-nya kamu akan perhatian karena kamu tidak mendapatkan cukup cinta atau perhatian yang kamu inginkan," ungkap Verrell.

3 dari 3 halaman

3. Waktunya Berubah

"Ini waktunya mengubah cara berpikir kalau bullying dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima di mana saja. Tidak di sekolah, tidak di tempat kerja atau pun sosial media. Karena kamu tidak pernah tahu dampak buruk yang kamu ciptakan atas tindakan itu. Fisik atau pun mental," sambungnya.

"Ini waktunya untuk menerapkan pemikiran bahwa kece dan menjadi lebih baik adalah dengan membantu sesama yang membutuhkan. Ini saatnya untuk menghentikan bullying dan menegakkan keadilan. Bukan untuk balas dendam, namun untuk pembelajaran yang mungkin bisa mengubah segalanya," pungkas Verrell.

(kpl/ssm)


Editor:  

Gogor Subyakto

↑