Emilia Hanafi, Mantan Istri Faisal Nasimuddin Pernah Jadi Korban KDRT

Sora Soraya | Sabtu, 09 Maret 2019 14:22 WIB
Emilia Hanafi, Mantan Istri Faisal Nasimuddin Pernah Jadi Korban KDRT

Kapanlagi.com - Setelah putus dari Reino Barack, Luna Maya mulai dikabarkan dekat dengan seorang pria tampan. Belakangan diketahui jika pria asal negeri tetangga, Malaysia itu bernama Faisal Nasimuddin. Hubungan mereka pun tampaknya semakin dekat dari hari ke hari.

Namun belum lama ini, publik justru dihebohkan dengan kabar lain yang tak kalah mengejutkan. Faisal Nasimuddin rupanya pernah terlibat kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) bersama mantan istrinya, Emilia Hanafi.

Setidaknya pemandangan itulah yang bisa kamu temukan dalam postingan Instagram Emilia pada Desember 2018 lalu. Wanita yang berteman dekat dengan Siti Nurhaliza ini membeberkan foto-foto luka lebam yang ada di wajah dan juga tubuhnya.

1 dari 4 halaman

1. Bukti KDRT

Bukti KDRT Emilia tunjukkan bukti KDRT lewat luka lebam di wajah dan tubuhnya © instagram.com/emiliahanafi
Lewat postingan tersebut, Emilia Hanafi mulai bercerita bagaimana persidangan dan hukum yang tak memihak dirinya. Ia bahkan menyampaikan jika Faisal dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah meski bukti-bukti sudah dikumpulkan.

"Banyak yang bertanya tindakan apa yang saya ambil setelah kejadian itu menimpa saya. Saya ingin menjelaskan sedikit untuk menghindari kebingungan. Setelah insiden kekerasan terhadap saya pada November 2015, sebuah laporan polisi dibuat. Pengadilan telah mengeluarkan sejumlah Perintah Perlindungan untuk melindungi saya & anak-anak dari kekerasan 'dia'. Dia didakwa di Pengadilan Hakim Pidana (di bawah S.326A KUHP). Tetapi kasus ini telah ditunda beberapa kali (hampir 1 setengah tahun)," tulisnya.

Ia pun menambahkan, "Tidak ada uji coba penuh yang dilakukan. Saya tidak pernah dipanggil sebagai saksi dan saya tidak segera diberi kesempatan untuk menyerahkan bukti. Pada 30 Agustus 2017, Pengadilan Kejahatan KL telah membuat keputusan untuk mengatakan 'dia' dibebaskan tanpa pengadilan, yang saya pahami hanya karena alasan teknis. Semua orang terkejut, saya minta pendapat beberapa orang, mereka mengatakan keputusan seperti itu tidak masuk akal."

2 dari 4 halaman

2. Sempat Diancam

Lebih lanjut, Emilia juga mengaku jika ia dan keluarganya sempat mendapat ancaman, "Sebelum ini, saya takut untuk mengungkapkan hal yang terjadi karena beberapa kali saya dan keluarga diancam, difitnah, dibuntuti, diganggu, dan macam-macam lagi. Namun, banyak dukungan diberikan oleh banyak orang untuk terus membela hak-hak anak dan keluarga saya. Kami hanya ingin keadilan dan tidak ingin ditindas."

Tak lupa, ia juga bersyukur dan mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas support dari publik khususnya netizen, "Saya sangat tersentuh oleh dukungan orang banyak. Terima kasih sudah berdoa. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas cinta, doa, dan dukungan yang telah Anda tunjukkan kepada saya. Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat membalasnya."

3 dari 4 halaman

3. Hak Asuh Anak

Hak Asuh Anak Hak asuh anak dimenangkan oleh Emilia © instagram.com/emiliahanafi
Emilia memang kalah dalam persidangan memperjuangkan kebenaran atas kasus KDRT yang dialaminya. Namun ia merasa bersyukur karena dalam sidang selanjutnya, hak asuh anak jatuh ke tangannya.

"Hampir 3 tahun yang lalu, mantan suami saya telah mengajukan kasus di Pengadilan Tinggi Syariah untuk mendapatkan hak asuh penuh anak. Setelah berjuang selama hampir 3 tahun di pengadilan, akhirnya pada hari ini pengadilan telah memberi saya HAK HUKUM PENUH. Terima kasih Tuhan, Alhamdulillah. Kasus perawatan anak masih tertunda. Perjuangan masih harus dilanjutkan. Semoga dipermudah," ungkapnya pada Juli 2018 silam.

4 dari 4 halaman

4. Dokumen Palsu

Dokumen Palsu Faisal sempat palsukan dokumen di pengadilan © instagram.com/emiliahanafi
Di akhir postingannya pada Desember 2018 kemarin, Emilia berhasil menunjukkan jika perjuangannya selama ini tidak sia-sia. Selalu melalui berbagai tudingan, pengadilan akhirnya menunjukkan dukungan pada kebenaran.

"Semua tuduhan pencemaran nama baik yang telah dilemparkan kepada saya melalui berbagai surat dan dokumen bunuh diri oleh mantan suami telah dibuktikan oleh Pengadilan Kehakiman yang telah dipalsukan oleh mantan suami setelah bersumpah di hadapan pihak berwenang," tulisnya.

Hingga saat ini, Emilia masih berjuang untuk mencari kebenaran. Ia juga gencar menyebarkan campaign-campaign feminis seperti Justice for Women, End Violence Against Women, dan semacamnya.

(kpl/sry)


Editor:  

Sora Soraya

↑