Emmy Hafild: Djoko Tak Paham Prosedur Vote New7Wonders

Darmadi Sasongko | 03 November 2011, 11:51 WIB
Emmy Hafild: Djoko Tak Paham Prosedur Vote New7Wonders
Kapanlagi.com - Menanggapi tudingan Duta Besar RI di Swiss, Djoko Susilo, yang mempertanyakan kebijakan panitia pendukung pemenangan Pulau Komodo sebagai New 7Wonder di dunia, Ketua P2K (Pendukung Pemenangan Komodo) Emmy Hafild balik mempertanyakan pernyataan Djoko.

Menurut Emmy, dengan melemparkan isu itu Djoko terbukti tidak memahami prosedur pemungutan suara yang berlaku di ajang New7Wonders.

"Voting melalui SMS lazim dilakukan sebagai emotional vote. Pemberian suara melalui SMS bisa dilakukan berkali-kali oleh satu orang. Kalau lewat internet itu rational voting. Satu orang, satu alamat email, tidak bisa lebih," papar Emmy.

Emmy Hafild merupakan Ketua P2K, sebuah LSM lokal yang digandeng oleh New 7Wonders, yang berpusat di Swiss.

Joko mempertanyakan dukungan yang awalnya hanya melalui situs internet dengan sistem one email one vote (satu email satu suara), lalu berubah melalui SMS, dan sistem pengiriman berulang melalui nomor yang sama.

"Kok tiba-tiba bisa jadi SMS, gimana itu? Sebelumnya biayanya Rp1.000 terus kini jadi Rp1, berapapun itu ada dana masyarakat yang diserap. Siapa yaqng bikin ketentuan? Lalu siapa yang memberi otorisasi," kata Djoko.

Emmy menegaskan tidak ada dana sepeser pun yang masuk ke kantong Tim Pemenangan Komodo. Semua dana SMS yang masuk, digunakan untuk kampanye dan pemenangan Komodo.

Sebelum Jusuf Kalla didaulat sebagai Duta Komodo, perolehan suara melalui SMS sangat sedikit. Namun, setelah mantan wakil presiden itu memimpin kampanye, perolehan suara meningkat tajam. Dalam sehari bisa terkumpul 1.000 SMS memilih Komodo.

"Setelah kami hitung-hitung, Komodo ini kan terlambat voting melalui SMS, sementara finalis lain sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Lalu, Pak JK bilang `kalau begini Komodo tidak bisa menang nih`," kata Emmy.

Padahal, pada 2007 dalam kompetisi keajaiban dunia buatan manusia, ada finalis yang menang karena berhasil menyalip dalam waktu dua minggu terakhir.

Akhirnya, JK memanggil pimpinan operator Telkomsel, Indosat, dan pemimpin media massa untuk mencari solusi. "Pak JK bilang pada saat itu, kalau begini Komodo kalah. Supaya bisa menang, Pak JK bilang SMS harus nol," papar Emmy.

Akhirnya, kedua operator tersebut berunding. Lalu disepakatilah tarif SMS melalui Indosat nol rupiah, sedangkan Telkomsel 1 rupiah.

Selain itu, JK juga meminta media massa untuk membantu mengkampanyekan Komodo. (antara/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko