Fachri Albar Sakit Kepala Karena Berhenti Konsumsi Dumolid

Ahmat Effendi | 26 Februari 2018, 11:52 WIB
Fachri Albar Sakit Kepala Karena Berhenti Konsumsi Dumolid

Kapanlagi.com - Saat ditangkap pada tanggal 14 Februari 2018 lalu, sejumlah barang bukti ditemukan oleh polisi di rumah Fachri Albar. Di antara barang bukti yang disita ada sabu-sabu, 13 tablet dumolid dan 1 butir kamlet. 

Fachri sendiri sempat mengaku bahwa dumolid yang merupakan obat penenang tersebut ia konsumsi sesuai resep dari dokter. Kini pihak berwajib mengungkap ada kemungkinan Fachri sakit saat ini karena pengaruh maag dan juga berhenti mengonsumsi dumolid.

"Dia kan dulu memutuskan obat dumolid, yang jadi persoalan dia ditangkap kemarin. Efeknya ketika berhenti kan membuat sakit kepala, jadi kita akan rujuk ke RS yang ditunjuk oleh negara masalah penanggulangan narkoba," ujar Kompol Purwanta Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, di Jakarta, Senin (26/02/2018).

Fachri Albar sempat sakit di penjara. cr: KapanLagi.com/Bayu HerdiantoFachri Albar sempat sakit di penjara. cr: KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Pihak keluarga pun telah diberi tahu bahwa saat ini Fachri Albar tengah sakit. Istrinya yaitu Renata Kusmanto sempat menjenguk di tahanan. Namun demikian ayah Fachri yaitu Ahmad Albar tak bisa berkunjung karena vokalis gaek tersebut juga tengah sakit.

"Sakitnya ringan. Mungkin efek dari maag. Ya sudah pasti lah (ada pemberitahuan kepada istri), semua dikasih tahu kita resmi semua dikasih tahu, kita terbuka. Istrinya kemarin Sabtu ke sini," tuturnya. 

Karena sakit yang diderita, Fachri Albar pun dirujuk untuk mendapat penanganan medis. Fachri merupakan satu dari sejumlah selebriti yang tertangkap narkoba dalam waktu hampir bersamaan di antaranya Roro Fitria, Dawiya dan keluarganya serta Rizal Djibran.

"Ya segera kita akan membuat rujukan ke RSKO. Sementara sudah ditangani dokter dari kita. Fachri masih di sini, InsyaAllah siang ini akan dibawa ke RSKO. Di sini nanti sampai selesai, sehat," tandasnya. 

(kpl/pur/sjw)

Reporter:  

Mathias Purwanto.