Fokus Isu Kesetaraan Gender, Rachel Amanda: Laki-Laki Juga Boleh Nangis

Rahmi Safitri | Jum'at, 13 Desember 2019 09:01 WIB
Fokus Isu Kesetaraan Gender, Rachel Amanda: Laki-Laki Juga Boleh Nangis

Kapanlagi.com - Isu perempuan dan kesetaraan gender sepertinya menjadi fokus aktris Rachel Amanda belakangan ini. Namun, nyatanya kesadaran masyarakat tentang isu tersebut masih kurang. Kesulitan pun menghampiri bagi mereka yang sadar.

"Aku paham sih, itu banyak terjadi di antara kita, kadang aku pun juga. Kayanya kita harus tau cara yang lebih baik menyampaikan sebenernya kesetaraan itu apa sih. Atau mungkin yang dikhawatirkan sama temen-temen itu apa sih," jelasnya.

"Mungkin banyak juga yang berpikir kalo feminis itu cewek yang galak banget, yang maunya lebih dari hak-haknya cowok, bukan bukan itu," ucapnya di acara Summit on Girls di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

1 dari 2 halaman

1. Jelaskan Soal Isu Feminis

Lebih lanjut, pemain sinetron Candy ini menjelaskan soal isu perempuan atau feminis. Menurutnya, feminis cukup penting dan malah bukan hanya membantu para perempuan, melainkan juga laki-laki.

"Justru setauku, feminis itu melindungi laki-laki juga. Justru temen-temen yang mengupayakan kesetaraan gender, itu juga sangat concern ke toxic masculinity," ujarnya.

"Maksudnya temen-temen yang aware sama feminis, biasanya juga membantu temen laki-laki agar tidak terjebak di lingkaran itu," sambung Rachel.

2 dari 2 halaman

2. Toxic Masculinity

Nyatanya, permasalahan gender bukan hanya ada pada perempuan. Istilah "toxic masculinity" pun muncul dan Rachel coba menjelaskan soal permasalahan tersebut.

"Toxic masculinity itu kaya laki-laki ngga boleh nangis, loh kenapa? Nangis mah nangis aja, itu hak semua orang. Laki-laki harus lebih kuat, jadi kepala rumah tangga yang punya penghasilan dan lainnya lebih banyak, enggak juga. Justru sebenernya kalo pemikiran kesetaraan, kita menyelamatkan juga dari situ," jelasnya

(kpl/apt/pit)


↑