FSB: Ferry Surya Bukan Biksu

Yunita Rachmawati | 20 Desember 2006, 19:07 WIB
Kapanlagi.com - Forum Solidaritas Budhis (FSB), menyatakan teman dekat penyanyi Alda Rizma Elvariani, Ferry Surya Prakasa, bukanlah seorang biksu atau rahib atau tokoh agama Budha seperti yang banyak diberitakan orang.

"Seorang biksu itu harus hidup selibat atau tidak berumah tangga sesuai dengan disiplin moral kebiksuan sesuai dengan tradisi Tibet," kata Koordinator FSB, Ponijan Liaw, di Jakarta, Rabu.

Perihal penyebutan rinponche pada Ferry, kata dia, tidaklah harus seorang biksu karena makna kata itu adalah "yang mulia".

Ferry, meski menggunakan jubah seorang rahib berwarna kuning, kata dia, belum tentu seorang rahib karena untuk menjadi rahib harus melalui pendidikan terlebih dahulu.

"Oleh karena itu, FSB mengimbau Ferry untuk segera menyerahkan diri kepada polisi," katanya.

Dikatakannya, pemberitaan Ferry sebagai seorang biksu, jelas-jelas merugikan umat Budha di Tanah Air karena saat ini tidak sedikit tempat peribadatan (vihara) yang berkurang jamaahnya karena mereka takut digerebek polisi.

"Kami sendiri tidak mengenal sosok Ferry Surya Prakasa sebagai biksu, dan penyebutan rahib jelas-jelas merugikan umat Budha di Tanah air," katanya.

Hal senada dikatakan oleh Sangha Agung Indonesia, Bhiksu Vajra Sagara Strawira, yang menyebutkan penyebutan Ferry sebagai seorang biksu itu sangat merugikan umat Budha karena tidak mungkin seorang biksu melakukan tindakan seperti itu.

"Kasus Ferry itu telah mencemarkan nama biksu dan umat Budha, karena tidak mungkin biksu melakukan tindakan seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, Sangha Tantrayana menyebutkan untuk menunjukkan bahwa seseorang telah menjadi biksu maka dapat terlihat dari kepalanya yang gundul tetapi mereka juga sudah menjalani pendidikan dan seleksi hingga tidak sembarangan.

"Saat ini kepala gundul sudah menjadi trend tetapi untuk menjadi seorang biksu harus melalui pendidikan dan pentahbisan," katanya.

Menanggapi hasil temuan polisi di rumah Ferry yang semula diduga sebagai sabu dan diralat kembali dengan pernyataan negatif narkoba, Bhiksu Vajra Sagara Strawira menyarankan temuan itu untuk diteliti kembali karena untuk menjalankan ibadah di agama Budha sendiri berupa dupa, dengan menggunakan kayu cendana atau bubuknya.

"Untuk dupa dalam ibadah sendiri, kami menggunakan kayu cendana yang berupa serbuk," katanya.

Sebelumnya, Direktur Narkoba Mabes Polri, Brigjen Pol Indradi Thanos meminta kepada Ferry dan Suster Meidi untuk menyerahkan diri ke aparat kepolisian agar dapat menjelaskan soal kematian penyanyi Alda.

Brigjen Indradi mengatakan hal itu di Mapolda Metro Jaya, Jumat malam, setelah menghadiri gelar perkara kematian Alda dalam peristiwa di Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur, Selasa (12/12) yang diduga akibat overdosis. (*/iin/boo)

Editor:  

Yunita Rachmawati