Grace Simon Ajak Perangi Teroris

Darmadi Sasongko  | 14 September 2004, 18:14 WIB
Kapanlagi.com - Bom sering merenggut korban yang tidak berdosa. Banyak nyawa melayang dan orang terluka. Seperti yang terjadi pada pengeboman di Bali, Oktober 2002, di Hotel J. W. Marriott pada Agustus 2003, hingga ledakan dahsyat di depan Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis pekan silam. Kenyataan inlah yang membuat Grace Simon, artis senior yang juga relawan pada tragedi bom Bali mengajak untuk memerangi teroris.

Tidak mudah bagi para korban dan keluarganya melupakan begitu saja penderitaan akibat bom. Grace Simon, termasuk yang tidak bisa menahan air mata. Bom di Kuningan membuat dia seperti membuka film lama pengeboman di Bali. "Tayangan-tayangan di televisi seperti menoreh luka lama kembali," kata artis berdarah Ambon yang fasih berbahasa Jawa ini.

Dia memahami perasaan para korban karena sampai sekarang masih mendampingi beberapa keluarga korban bom Bali. "Sampai dewasa mereka tidak akan pernah lupa," kata pengusaha di Bali ini. Dia berharap semua pihak memperhatikan kehidupan para korban dan keluarganya. Dia juga memuji institusi yang menyekolahkan anak-anak para korban yang tewas. "Bom sama dengan singa yang mengaum dan siap memangsa siapa saja. Jangan itu membuat kita takut, tapi kita perangi bersama," kata dia. (stv/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko

Join Kapanlagi.com
↑