Hadiri Sidang Perdana, Penampilan Jennifer Dunn Tetap Menawan

Guntur Merdekawan | 05 April 2018, 18:15 WIB
Hadiri Sidang Perdana, Penampilan Jennifer Dunn Tetap Menawan

Kapanlagi.com - Hari Kamis (5/4), Jennifer Dunn menjalani sidang perdana dari kasus narkoba yang menjeratnya. Sidang ini berisi agenda pembacaan dakwaan dan dimulai pada pukul 3 Sore tadi. Jedun, begitu Ia akrab disapa, tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menumpangi mobil tahanan sekitar pukul 12.20 WIB.

Aktris yang juga berprofesi sebagai model itu tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sambil terus berjalan menuju ruang tahanan, Jedun tak mengucap sepatah kata pun, hanya sesekali Ia melempar senyum. Rambut hitamnya pun dibiarkan terurai.

Meski sudah ketiga kalinya tersandung kasus narkoba, penampilan Jedun tetap menawan. Wajahnya yang putih pucat dipoles dengan bedak dan blush on tipis. Bibirnya pun dihiasi lipstik berwarna coklat.

Jedun tetap tampil cetar di persidangan narkoba / Credit: KapanLagi - Bayu HerdiantoJedun tetap tampil cetar di persidangan narkoba / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Menurut kuasa hukumnya, Pieter Ell, kondisi kesehatan Jedun tergolong stabil. Meskipun begitu, Ia tak tahu pasti apa yang sebenarnya dirasakan wanita berusia 28 tahun itu di dalam hatinya. Karena seperti diketahui, sebelum terjerat kasus narkoba, Jedun juga sempat dihujat habis-habisan oleh publik karena dituding telah menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga Faisal Harris dan Sarita Abdul Mukti.

"Pasti ya, kalau secara di luar psikologi, dia itu sehat, ngobrol juga baik. Secara psikologi, kita kan nggak tahu ya. Karena nyawanya ini duduk di kursi pesakitan, buat siapa saja pasti stres ya," ucap Pieter Ell saat ditemui sebelum persidangan.

Seperti diketahui, Jedun ditangkap di kediamannya di kawasan Pela Mampang, Jakarta Selatan, 31 Desember 2017 sekitar pukul 16.30 WIB. Penangkapan Jennifer Dunn tersebut berdasarkan pengembangan penangkapan tersangka kasus narkoba berinisial FS. Gara-gara kasus ini, Jedun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar.

Reporter: Fajarina Nurin/Bintang.com

(kpl/bin/gtr)

Editor:  

Guntur Merdekawan